UIN Walisongo Semarang Susun Buku Manual Karakter Santri, Bedakan Pola Pembinaan Berdasarkan Hasil Seleksi Masuk

Penulis: Surya Dinata  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 12:26:02 WIB
Tim Ma’had Al Jami’ah UIN Walisongo Semarang menyusun buku manual karakter santri berbasis hasil seleksi masuk.

Ma’had Al Jami’ah tak lagi sekadar tempat tinggal. Kepala Ma’had, Dr. Ahmad Maghfurin, M.Ag., M.A., menegaskan bahwa penyusunan manual ini merupakan mandat UIN Walisongo untuk memperkuat moderasi beragama sejak awal kehidupan mahasiswa di kampus.

“Ma’had mendapat mandat untuk menguatkan nilai moderasi beragama, terutama bagi mahasantri baru. Buku ini perlu direview secara matang agar benar-benar menjadi pedoman pembinaan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Semarang, Kamis.

Seleksi Masuk Jadi Pintu Pembeda Pembinaan

Wakil Rektor I UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Imam Yahya, M.Ag., menjelaskan bahwa program Ma’had tahun ini tak lagi seragam. Sistem seleksi diterapkan untuk memetakan kebutuhan masing-masing mahasiswa baru.

Mahasiswa dengan nilai di bawah passing grade wajib mengikuti program Ma’had untuk pembinaan intensif. Sementara itu, mahasiswa di atas passing grade tetap mendapat pendampingan keislaman berbasis nilai Rahmatan Lil ‘Alamin.

“Ma’had jangan sampai hanya menjadi tempat tidur. Ia harus menjadi ruang pembinaan yang terstruktur, terorganisir, dan sejalan dengan visi UIN Walisongo Semarang,” tegas Prof. Imam Yahya.

Kitab Kuning hingga Yasin-Tahlil dalam Kurikulum

Materi pembinaan dalam buku manual mencakup kajian kitab kuning, penguatan baca-tulis Al-Qur’an, pembiasaan salat berjamaah, serta amaliah keagamaan seperti Yasin dan Tahlil. Fokusnya bukan hanya ritual, tetapi juga kedewasaan berpikir, adab, disiplin, dan cara beragama yang sejuk di tengah masyarakat majemuk.

Nurrohman, S.Ag., M.M., mengajak seluruh pengelola, pengajar, musyrif, dan musyrifah untuk mengawal program ini secara serius. Menurutnya, placement test menjadi instrumen penting untuk memetakan kemampuan mahasiswa dalam pemahaman keagamaan, baca-tulis Al-Qur’an, dan moderasi beragama.

Peta Jalan yang Jelas untuk Pengelola Asrama

Melalui buku manual ini, Ma’had Al Jami’ah UIN Walisongo Semarang memiliki panduan kerja yang jelas: apa yang dibina, bagaimana prosesnya, siapa yang mendampingi, serta capaian apa yang harus terlihat pada diri mahasantri.

Workshop ini dihadiri Wakil Rektor I, Kepala Ma’had Al Jami’ah, staf pengembang, pengajar, serta musyrif dan musyrifah. Dari forum ini, Ma’had menegaskan arah barunya: membentuk mahasantri yang religius, moderat, beradab, dan siap hidup di tengah masyarakat.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: jateng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top