SURAKARTA — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memanfaatkan momen Hari Koperasi ke-79 untuk mendorong sektor riil koperasi agar semakin dikenal masyarakat. Melalui pameran yang berlangsung selama dua hari di kawasan Stadion Manahan, produk-produk unggulan dari berbagai daerah, mulai dari kerajinan hingga pangan olahan, dipamerkan langsung oleh pengelola koperasi.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Desi Arijani, menegaskan bahwa pameran ini tidak semata-mata mengejar besarnya nilai transaksi. Lebih dari itu, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan koperasi sektor riil kepada masyarakat sekaligus memperluas kemitraan antarkoperasi.
“Kami memperkenalkan koperasi-koperasi sektor riil di Jateng. Harapannya, mereka bisa saling menjalin kemitraan,” tuturnya.
Sekda Jateng Sumarno memberikan apresiasi khusus terhadap keikutsertaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dalam pameran tersebut. Menurutnya, kehadiran stan-stan KDMP menjadi bukti bahwa koperasi yang baru dibentuk era Presiden Prabowo Subianto itu sudah mulai menjalankan aktivitas usaha dan menghasilkan produk nyata.
“Pak Prabowo membuat KDMP, tentu saja tidak hanya dibentuk tapi harus ada aktivitas. Lah ini teman-teman sudah memulai,” ujar Sekda.
Selain pameran produk, kegiatan ini juga diramaikan oleh Gerakan Pangan Murah hasil kolaborasi Bulog dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih Kota Surakarta. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah turut membuka layanan Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat yang berkunjung ke lokasi.
Sumarno berharap pameran ini menjadi momentum untuk memperkuat koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Menurutnya, koperasi yang kuat tidak dapat tumbuh sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak.
“Jadi, ini menampilkan aktivitas, produk-produk dari koperasi supaya dikenal. Mudah-mudahan dengan kumpul kayak gini minimal orang melihatlah koperasi ini punya produk ini,” katanya.
Melalui pameran ini, Pemprov Jateng berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal produk koperasi lokal. Dengan pasar yang lebih luas, koperasi diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di daerah.
“Harapannya koperasi menjadi sokoguru perekonomian di Indonesia. Ekonomi kerakyatan inilah yang harus kita dorong terus,” tandas Sumarno.