3 Tempat Sarapan Legendaris di Semarang, dari Nasi Ayam Bu Pini hingga Mie Kopyok Pak Dhuwur

Penulis: Qodri Anwar  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 16:24:01 WIB
Suasana warung Nasi Ayam Bu Pini di Semarang pada pagi hari dengan seporsi nasi ayam lengkap berisi suwiran ayam, tahu bacem, dan telur pindang.

SEMARANG — Tiga tempat makan legendaris di Semarang ini masih menjadi andalan warga untuk sarapan pagi sebelum memulai aktivitas. Harganya ramah di kantong, mulai Rp14.000 hingga Rp29.000 per porsi.

Nasi Ayam Bu Pini: Seporsi Lengkap Rp14.000

Berlokasi di Gg. Pinggir No. 75, Kranggan, Semarang Tengah, warung ini menyajikan nasi putih hangat di atas alas daun pisang. Seporsinya berisi suwiran ayam, tahu bacem, telur pindang, krecek, dan sayur labu, lalu disiram kuah santan kental gurih.

Menu ini paling nikmat disantap selagi hangat, apalagi dengan tambahan sambal bagi yang suka pedas. Dengan harga Rp14.000, porsinya mengenyangkan dan cocok untuk pekerja yang butuh energi sebelum berangkat.

Lunpia Cik Me Me: Lumpia Halal Generasi Kelima

Di Jl. Gajahmada No.107, Miroto, Semarang Tengah, Lunpia Cik Me Me dikenal sebagai pelopor lumpia halal di Semarang. Kini pengelolaannya sudah dipegang generasi kelima keluarga pendiri.

Pilihan isiannya beragam, mulai dari original hingga kepiting dan ikan kakap. Semua berpadu dengan rebung dan racikan bumbu tradisional. Harganya antara Rp15.000 hingga Rp29.000, tergantung varian yang dipilih.

Tempat ini cocok untuk sarapan ringan sebelum menjelajahi Kota Semarang.

Mie Kopyok Pak Dhuwur: Bertahan Sejak 1970-an

Warung ini sudah berjualan sejak era 1970-an dan menjadi favorit sarapan di Semarang. Lokasinya tidak jauh dari kawasan Simpang Lima.

Semangkuk mie kopyok khas Semarang berisi mi kuning, lontong, potongan tahu, tauge, dan kerupuk gendar, dengan kuah gurih yang segar. Warung ini kerap menjadi tujuan warga setempat, terutama setelah berolahraga pagi.

Dengan harga sekitar Rp15.000 per porsi, cita rasanya masih dipertahankan hingga sekarang.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: beritajateng.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top