Ketua DPRD Jateng Sumanto Gelar Wayang Kulit Semalam Suntuk di Karanganyar, Lakon Semar Mbangun Kahyangan

Penulis: Rendi Kusuma  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 18:29:02 WIB
Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto menghadiri pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Karanganyar dengan lakon Semar Mbangun Kahyangan.

Sumanto menegaskan pagelaran ini bukan sekadar hiburan semata. Menurutnya, wayang kulit mengandung nilai moral, filosofi kehidupan, dan kearifan lokal yang perlu diwariskan.

"Melalui pagelaran seperti ini, kita bisa ikut andil dalam nguri-uri budaya Jawa, khususnya kesenian wayang kulit yang menjadi identitas dan kebanggaan kita bersama," ujar Sumanto dalam keterangannya.

Mengapa Lakon Semar Mbangun Kahyangan Dipilih?

Lakon Semar Mbangun Kahyangan dinilai Sumanto punya pesan moral yang relevan untuk generasi muda. Kisah ini bercerita tentang perubahan karakter, gotong royong, dan pembangunan mental.

Ia menilai, generasi milenial dan Gen Z perlu dikenalkan pada alur cerita dan filosofi tokoh wayang secara lebih interaktif. "Jika anak muda sudah paham esensi ceritanya, mereka tidak lagi menganggap wayang sebagai hal yang kuno, melainkan sebuah mahakarya yang keren dan penuh makna," paparnya.

Ruang bagi Dalang Lokal dan Regenerasi Seniman

Kegiatan ini juga menjadi panggung bagi para dalang di Kabupaten Karanganyar untuk tampil dan menjaga eksistensi kesenian wayang kulit. Paguyuban Dalang Karanganyar dilibatkan penuh dalam pergelaran ini.

Sumanto berharap acara semacam ini tidak berhenti pada seremoni. Ia mendorong lahirnya regenerasi seniman muda agar warisan budaya tetap lestari. Sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan komunitas seni dinilainya penting untuk terus diperkuat demi kemajuan kebudayaan di Karanganyar.

Pelestarian Budaya sebagai Bagian dari Pembangunan Daerah

Menurut Sumanto, pelestarian budaya merupakan bagian integral dari pembangunan daerah. Seni tradisional seperti wayang, karawitan, dan kesenian rakyat lainnya adalah identitas masyarakat yang harus dijaga.

Ia menekankan, upaya menarik minat generasi muda terhadap kesenian tradisional harus dimulai dengan pemahaman. Jika anak muda sudah paham, mereka tak akan menganggap wayang sebagai sesuatu yang usang, melainkan warisan yang patut dibanggakan.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: lingkartv.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top