CILACAP — Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diprakirakan menerjang perairan selatan Cilacap, Kebumen, dan Purworejo dalam tiga hari ke depan. BMKG mengeluarkan peringatan dini tersebut pada Selasa (14/7/2026), meminta para nelayan dan operator kapal tongkang untuk meningkatkan kewaspadaan.
Dalam rilis bernomor B/ME.01.02/PDGT/14/CLP/VII/2026, prakirawan BMKG Purwanggoro menyebutkan cuaca di wilayah perairan tersebut umumnya cerah berawan hingga berawan. Namun, angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 3 hingga 20 knot.
BMKG memberikan saran keselamatan khusus. Perahu nelayan dinilai berisiko jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang harus waspada ketika angin bertiup 16 knot dengan gelombang setinggi 1,5 meter.
Peringatan ini berlaku serentak untuk tiga wilayah pesisir selatan Jawa Tengah. "Pada perairan selatan Cilacap, Kebumen, dan Purworejo, cuaca diprakirakan umumnya cerah berawan hingga berawan. Ketinggian gelombang laut berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter (kategori sedang)," kata Purwanggoro dalam keterangan resminya.
Meski cuaca terpantau cerah, nelayan diimbau tidak memaksakan diri melaut, terutama bagi yang menggunakan perahu kecil. Gelombang kategori sedang tetap berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
Peringatan dini BMKG ini mulai berlaku besok pagi pukul 07.00 WIB dan akan berakhir pada Sabtu (18/7/2026) pukul 07.00 WIB. Masyarakat pesisir dan pengguna jasa kelautan di tiga kabupaten tersebut diminta terus memantau informasi cuaca maritim terkini dari BMKG.