SALATIGA — Sepanjang 2025, sebanyak 34 insiden serangan siber tercatat menerjang sistem digital di lingkungan Pemerintah Kota Salatiga. Angka ini mendorong Wali Kota Robby Hernawan untuk mengambil langkah konkret memperkuat keamanan sistem informasi daerah.
“Keamanan siber tidak hanya sekadar mencegah serangan, tetapi juga harus mampu mendeteksi, merespons, memulihkan, dan terus memperbaiki sistem,” kata Robby dalam pelatihan Drill Test Tim Salatiga-CSIRT di Ruang Plumpungan Lantai 4 Kantor Setda Kota Salatiga, Rabu, 15 Juli 2026.
Pelatihan yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Salatiga ini diikuti anggota Tim Salatiga-CSIRT dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Pengelola sistem elektronik, pranata komputer, administrator jaringan, hingga aparatur yang menangani teknologi informasi turut ambil bagian.
Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Kota Salatiga, Tri Prawiati, menekankan bahwa ancaman siber terus berkembang. Menurutnya, peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan kesiapan tim menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
Selain menangani 34 insiden keamanan siber, tim Salatiga-CSIRT juga melaksanakan 18 kegiatan IT Security Assessment dan Vulnerability Assessment. Sasaran asesmen adalah berbagai sistem elektronik strategis milik Pemerintah Kota Salatiga.
“Penguatan tata kelola, peningkatan kompetensi SDM, dan kemampuan respons insiden menjadi kunci menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks,” ujar Tri.
Wali Kota Robby Hernawan menegaskan bahwa setiap hasil drill test harus menjadi dasar perbaikan nyata. Penyempurnaan SOP, peningkatan kapasitas SDM, dan penguatan infrastruktur keamanan menjadi prioritas tindak lanjut.
“Setiap hasil drill test harus ditindaklanjuti menjadi perbaikan nyata, baik melalui penyempurnaan SOP, peningkatan kapasitas SDM, maupun penguatan infrastruktur keamanan,” tegasnya.