Keluarga Istri dan Anak Tersangka Teror SDN Srengseng Sawah Dievakuasi, Anak Tak Lagi Sekolah

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 11:27:32 WIB
Istri dan dua anak tersangka teror SDN Srengseng Sawah dievakuasi oleh keluarga besar ke lokasi yang tidak diungkapkan ke publik.

JAWA TENGAH — Langkah evakuasi ini diambil oleh keluarga besar tersangka setelah pria berinisial S (37) ditangkap aparat kepolisian pada Selasa (8/4) lalu. Istri dan kedua anaknya yang masih duduk di bangku SD kini berada di lokasi yang tidak diungkap ke publik untuk menghindari tekanan sosial dan potensi intimidasi.

Anak Korban Terpaksa Pindah Sekolah

Kepala Sekolah SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Ratna Sari Dewi, membenarkan bahwa anak tersangka sudah tidak lagi mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. "Keluarga mengambil keputusan sendiri untuk memindahkan anaknya. Kami hanya memfasilitasi surat pindah," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (11/4).

Pihak sekolah juga telah menghentikan sementara proses belajar di kelas yang sempat menjadi sasaran pelaku. Sejumlah psikolog dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta diterjunkan untuk menangani trauma 28 siswa yang berada di ruang kelas saat insiden berlangsung.

Kronologi Singkat dan Status Hukum Tersangka

Pelaku S ditangkap oleh Tim Gegana Polda Metro Jaya setelah diduga membawa bahan peledak rakitan ke dalam tas ransel. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan satu buah bom pipa, kabel, dan baterai yang siap dirakit. Hingga berita ini diturunkan, S masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Metro Jaya. Ia dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan bahan peledak dan Undang-Undang Tindak Pidana Terorisme.

Respons Polisi: Pengamanan Sekolah Diperketat

Kapolsek Pancoran, Kompol Suryono, menyatakan bahwa pengamanan di sekitar SDN Srengseng Sawah 15 Pagi kini diperketat dengan penjagaan dua personel bersenjata setiap jam masuk dan pulang sekolah. "Kami juga berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk melakukan simulasi tanggap darurat secara berkala," kata Suryono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/4).

Polisi belum menyimpulkan motif pelaku secara pasti. Namun, dari keterangan sementara, S diduga memiliki catatan radikalisme dari media sosial. Penyidik masih mendalami jaringan dan kemungkinan adanya pelaku lain yang belum tertangkap.

Dampak Psikologis dan Sosial di Lingkungan Sekolah

Insiden ini menyisakan trauma mendalam bagi warga sekolah. Seorang guru, Dewi Sartika, mengaku masih merasa cemas ketika melihat tas ransel besar di lingkungan sekolah. "Kami berharap ada pendampingan psikologis jangka panjang, bukan hanya sekali," ujarnya.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta berjanji akan memberikan layanan konseling gratis bagi seluruh siswa dan guru di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi selama tiga bulan ke depan. Sementara itu, keluarga tersangka memilih bungkam dan menolak diwawancarai oleh media.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top