Ketua DPRD Jateng Sumanto Bagikan Jurus Petani Cepat Kaya: Budi Daya Kangkung Omzet Rp600 Ribu Per Hari

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 15:37:01 WIB
Sumanto, Ketua DPRD Jawa Tengah, menyampaikan simulasi budi daya kangkung di hadapan petani di Desa Ngadirejo, Mojogedang, Karanganyar.

KARANGANYAR — Ribuan petani di kaki Gunung Lawu kini punya pilihan baru untuk menambah pundi-pundi penghasilan. Bukan melalui sawah atau ladang jagung, melainkan dari pekarangan rumah dan lahan sempit yang selama ini kurang tergarap.

Gagasan itu disampaikan langsung oleh Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, dalam dialog interaktif Temu Tani di Desa Ngadirejo, Kecamatan Mojogedang, belum lama ini. Ia mengajak Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat untuk lebih jeli membaca potensi desa.

Simulasi Omzet Kangkung: Rp600 Ribu per Hari

Sumanto memaparkan perhitungan detail budi daya kangkung di lahan 1.000 meter persegi. Dengan sistem bedengan berukuran 30 meter x 1 meter dan pola panen bergantian, petani bisa memanen setiap hari.

“Dengan modal yang sangat minim, petani bisa mendapatkan keuntungan yang signifikan karena pasarnya selalu ada setiap hari,” ujar Sumanto di hadapan para petani.

Menurut simulasi yang ia sampaikan, dari total sekitar 12.000 tanaman kangkung, setiap panen menghasilkan 600 ikat. Satu ikat berisi 20 batang dengan harga jual Rp1.000 per ikat, sehingga omzet mencapai Rp600 ribu per hari. Setelah dikurangi biaya operasional harian sebesar Rp180 ribu untuk benih, pupuk, air, dan transportasi, laba bersih yang diperoleh diperkirakan Rp420 ribu per hari.

Beternak Ayam Kampung: Dari 11 Ekor Jadi Puluhan

Selain kangkung, Sumanto juga membagikan strategi peternakan skala rumahan. Ia mencontohkan, petani cukup memulai dengan satu ekor ayam jantan dan sepuluh ekor betina.

Dengan manajemen pakan dan kandang yang baik, sepuluh induk betina akan bertelur dan menetas secara berkala. Jumlahnya bisa berkembang biak secara eksponensial dalam beberapa bulan. “Ini bisnis yang potensi keuntungannya berlipat-lipat. Satu ekor ayam bisa jadi 60 ekor,” kata Sumanto.

Ia mengingatkan, pakan bisa memanfaatkan sisa makanan yang direbus kembali. Untuk mencegah penyakit, cukup gunakan ramuan kunyit, temulawak, dan jahe (Kuteja), hindari kandang lembap, serta karantina ayam baru minimal tujuh hari.

Tabungan Alternatif Jelang Lebaran

Sumanto berharap kombinasi pertanian kreatif ini menjadi sumber pendapatan alternatif yang stabil bagi petani di Desa Ngadirejo. Ia menyebut, hasil panen kangkung dan ternak ayam bisa menjadi tabungan berharga, terutama saat mendekati hari raya.

“Jika ini ditekuni, hasilnya bisa menjadi tabungan yang sangat berharga. Begitu masuk masa panen besar atau saat mendekati hari raya, tabungan dari ayam dan kangkung ini bisa langsung dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan Lebaran nanti tanpa harus bingung mencari pinjaman,” pungkasnya.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: lingkar.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top