JAWA TENGAH — Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh GM Authority, yang mengutip sumber yang dekat dengan internal GM. Rencananya, Wuling Bingo Pro yang sudah dipasarkan di China akan direbadge sebagai Chevrolet untuk dijual di negara-negara yang sudah memiliki jaringan penjualan Chevrolet. Tujuannya jelas: mempercepat kehadiran mobil listrik murah di dealer tanpa harus mengembangkan platform baru dari nol.
Menariknya, Kanada disebut sebagai kandidat terkuat untuk menyambut mobil ini di kawasan Amerika Utara. Sejak awal tahun, Kanada telah membuka keran impor untuk kendaraan listrik buatan China dengan tarif bea masuk yang lebih rendah. Sebanyak 49.000 unit kendaraan listrik China diizinkan masuk setiap tahunnya, seperti yang sudah terjadi pada 18 unit Lotus Eletre yang tiba lebih dulu.
Dengan celah regulasi ini, Chevy-badged Wuling Bingo Pro bisa menjadi kendaraan listrik China bermerek Amerika pertama yang dijual massal di Kanada. Pasar ini dinilai sebagai ajang uji coba yang ideal sebelum mungkin diperkenalkan ke negara lain di kawasan tersebut.
Wuling Bingo Pro dibekali motor listrik 50 kW atau setara 67 hp. Angka ini memang jauh dari performa mobil listrik kekinian, tapi lebih tinggi 12 hp dibandingkan mesin tiga silinder 1.0 liter milik Geo Metro lawas yang hanya menghasilkan 55 hp. Artinya, akselerasi dari posisi diam hingga kecepatan rendah dipastikan lebih responsif berkat karakter torsi instan motor listrik.
Baterai LFP (Lithium Ferro Phosphate) berkapasitas 37,9 kWh diklaim mampu memberikan jarak tempuh hingga 255 kilometer dalam siklus pengujian CLTC China. Meski belum dikonversi ke standar EPA Amerika yang lebih ketat, angka ini sudah cukup untuk kebutuhan komuter harian di perkotaan.
Meski namanya ikonik di kalangan hyper-miler Amerika Serikat, peluang Bingo Pro menembus pasar AS dinilai tipis. Pasar SUV dan crossover berteknologi tinggi masih mendominasi preferensi konsumen di sana. Sebaliknya, negara-negara seperti Brasil dan sejumlah negara di Afrika justru menjadi target realistis. Negara-negara tersebut tengah gencar melakukan elektrifikasi untuk mengurangi ketergantungan pada impor BBM dan menekan polusi udara.
Bagi konsumen Indonesia, kabar ini patut dicermati. Jika strategi rebadge ini sukses di pasar global, bukan tidak mungkin Wuling Motors Indonesia akan mempertimbangkan skema serupa untuk memperkuat lini kendaraan listriknya di dalam negeri, baik dengan logo Wuling maupun kolaborasi dengan merek lain dalam grup GM.