SEMARANG — Enam daerah di Jawa Tengah masih berpeluang diguyur hujan ringan pada Senin (20/7) sore hingga awal malam. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Rany Puspita menyebut daerah tersebut meliputi Purbalingga, Banjarnegara, Mungkid, Temanggung, Kajen, dan Pemalang.
“Masih ada peluang hujan ringan di 6 daerah yakni Purbalingga, Banjarnegara, Mungkid, Temanggung, Kajen dan Pemalang,” kata Rany Puspita, Senin (20/7) pagi.
Hujan yang turun di kawasan pegunungan dan dataran tinggi itu justru dapat mengurangi cuaca panas yang berlangsung selama musim kemarau. Meski demikian, Rany mengingatkan warga tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Rany, banyak tanaman, pohon, ranting, dan daun kering yang mudah tersulut percikan api. Hujan ringan yang tidak merata belum cukup untuk menghilangkan risiko kebakaran di kawasan tersebut.
Sebagian besar daerah lain di Jawa Tengah diprakirakan cerah berawan dan berawan sepanjang hari. Angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 5-35 kilometer per jam, suhu udara berkisar 16-33 derajat Celcius, dan kelembaban udara 45-95 persen.
Di perairan, kondisi cuaca cerah berawan namun gelombang tinggi masih mengancam. Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Lessy Andari mengatakan ketinggian gelombang mencapai 1,25-2,5 meter di perairan utara dan selatan Jawa Tengah.
“Meskipun secara umum cuaca di perairan Jawa Tengah cerah berawan, namun diminta untuk tetap waspada dengan gelombang tinggi tersebut,” ujar Lessy Andari.
Kondisi ini cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran, terutama saat kecepatan angin di atas 15 knot. Kapal nelayan, tongkang, kapal barang, dan angkutan penumpang diminta meningkatkan kewaspadaan.
Air laut pasang (rob) di perairan utara sedikit menurun dibandingkan sebelumnya. Ketinggian maksimum mencapai 0,9 meter pada pukul 12.00-14.00 WIB. Meski demikian, banjir rob masih merendam sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir tetap waspada terhadap potensi genangan air laut yang masih berlangsung, terutama pada jam-jam pasang maksimum siang hari.