Sembcorp Industries Incar Investasi Kawasan Industri Baru di Jawa Tengah, 6 Lokasi Disiapkan Pemprov

Penulis: Rendi Kusuma  •  Kamis, 23 Juli 2026 | 14:31:31 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi menerima kunjungan perwakilan Sembcorp Industries di kantornya, Senin (10/3).

SEMARANG — Keberhasilan pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal menjadi pintu masuk bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menawarkan proyek kawasan industri berikutnya ke Sembcorp Industries. Perusahaan asal Singapura itu kini tengah menjajaki pembangunan kawasan baru di sejumlah titik yang sudah dipetakan pemprov.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan enam lokasi yang memenuhi syarat. “Selama ini Sembcorp Industries menjadi pengelola KEK Kendal bersama Jababeka. Karena pengembangannya berjalan baik, Pak Gubernur berharap perusahaan ini kembali berinvestasi,” ujarnya.

Enam Lokasi Siap Ditawarkan, Lahan Minimal 50 Hektare

Menurut Sakina, arahan Gubernur Ahmad Luthfi untuk memperluas kawasan industri telah ditindaklanjuti melalui pemetaan kabupaten dan kota yang memenuhi syarat. Selain menyiapkan lahan minimal 50 hektare, pemprov juga telah menyusun kajian kelayakan hingga dokumen investment project ready to offer.

“Beberapa di antaranya bahkan sudah mulai mendapatkan sounding atau penjajakan minat dari calon investor,” kata Sakina. Pengembangan kawasan industri ini, lanjutnya, bukan sekadar membangun area baru, melainkan strategi memperluas pusat pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja di berbagai daerah.

Sembcorp Ingin Bangun Poros Industri Vietnam-Singapura-Indonesia

COO Sembcorp Industries Gareth Wong menyatakan Jawa Tengah memiliki prospek menjanjikan untuk menjadi bagian dari jaringan kawasan industri regional yang sedang dikembangkan perusahaannya. “Kami ingin membangun poros Vietnam, Singapura, dan Indonesia. Jawa Tengah sangat menarik untuk menjadi bagian dari jaringan itu,” kata Gareth.

Sembcorp sendiri telah mengembangkan 26 kawasan industri di Singapura dan Vietnam. Indonesia, khususnya Jawa Tengah, dipandang memiliki potensi besar untuk menjadi tujuan ekspansi berikutnya. Pertemuan ini juga menjadi tindak lanjut pembahasan pada Agustus 2025 mengenai rencana perluasan KEK Kendal.

Investasi di KEK Kendal Tembus Rp 187 Triliun, Serap 118 Ribu Tenaga Kerja

Data hingga akhir 2025 mencatat akumulasi investasi di KEK Kendal telah mencapai Rp 187,05 triliun. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, realisasi investasi menyentuh sekitar Rp 6 triliun atau dua pertiga dari target tahunan sebesar Rp 9 triliun.

Dampaknya terasa langsung di tingkat lokal. Hingga triwulan I 2026, KEK Kendal telah menyerap hampir 118 ribu tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal hingga sekitar 9 persen—tertinggi di Jawa Tengah. “Ada banyak potensi yang bisa dikembangkan. Indonesia, khususnya Jawa Tengah, akan semakin menarik pada masa depan,” ujar Gareth. (*)

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: jatengpos.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top