70 Persen Bibit Kopi Hasil Pelatihan UNS di Temanggung Tumbuh Sehat, KWT Mustika Sari Kini Siap Kembangkan Usaha Pembibitan

Penulis: Rendi Kusuma  •  Minggu, 26 Juli 2026 | 12:06:02 WIB

TEMANGGUNG — Lebih dari 70 persen bibit kopi robusta unggul yang dikembangkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Mustika Sari di Kabupaten Temanggung berhasil tumbuh sehat setelah mengikuti pelatihan dari Tim Pengabdian Grup Riset Ekonomi dan Pembangunan Pedesaan Universitas Sebelas Maret (UNS). Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas kopi rakyat yang selama ini hanya mencapai 0,72 ton per hektare, jauh di bawah potensi ideal 1,5 hingga 2 ton per hektare. Hasil monitoring menunjukkan capaian itu melampaui indikator keberhasilan program.

Produktivitas Kopi Rakyat Temanggung Masih Jauh dari Potensi

Temanggung dikenal sebagai salah satu sentra produksi kopi terbesar di Jawa Tengah. Namun, di lapangan produktivitas kebun kopi rakyat masih rendah. Rendahnya kepadatan tanaman, keterbatasan akses bibit unggul, dan minimnya pemahaman tentang pengelolaan usaha tani menjadi tantangan utama. Kondisi inilah yang mendorong Tim PKM RG EPP UNS, diketuai Dr. Umi Barokah, S.P., M.P., untuk memberikan pendampingan bagi KWT Mustika Sari.

Pelatihan Analisis Finansial dan Teknik Stek Berakar

Dalam program yang merupakan bagian dari Hibah Grup Riset UNS Tahun 2026 itu, peserta mendapat dua materi utama. Pertama, analisis finansial usahatani kopi—mulai dari menghitung biaya produksi, penerimaan, keuntungan, hingga indikator kelayakan investasi seperti Net B/C, NPV, dan IRR. Dr. Umi Barokah menekankan pentingnya pengelolaan berbasis data keuangan. “Usahatani kopi memiliki prospek ekonomi yang sangat baik apabila dikelola secara efisien. Petani perlu memahami struktur biaya, terutama tenaga kerja dan pupuk,” ujarnya.

Kedua, teknik perbanyakan kopi robusta metode stek berakar yang disampaikan Aan Nawawi, S.P., staf teknis Kebun Benih DKPPP Kabupaten Temanggung. Peserta mempraktikkan langsung seluruh tahapan: pemilihan pohon induk unggul berumur 3-5 tahun, pengambilan cabang ortotrop, pemberian hormon perakaran, hingga penanaman dan pemeliharaan bibit di persemaian. “Bibit unggul merupakan fondasi utama kebun kopi yang produktif dan berdaya saing,” jelas Aan.

Bantuan 1.000 Entres dan Sarana Pembibitan

Sebagai dukungan nyata, tim menyerahkan lebih dari 1.000 entres kopi robusta unggul kepada KWT Mustika Sari. Selain itu, mereka melengkapi sarana pembibitan dengan sungkup UV, paranet, gunting pangkas, hormon pertumbuhan, media tanam, dan polybag. Bantuan ini diharapkan mendorong peserta mempraktikkan teknik stek berakar secara mandiri dan mengembangkan unit pembibitan berkelanjutan di tingkat kelompok.

Harapan Sertifikasi Bibit agar Usaha Berkelanjutan

Koordinator BPP Kecamatan Tembarak, Prihandayani Sumarwati, S.ST., mengapresiasi pendampingan ini—dinilainya bermanfaat bagi peningkatan kapasitas KWT, baik dari sisi teknis budidaya maupun peluang usaha. Sementara itu, Ketua KWT Mustika Sari, Fitrotul Umri, berharap pendampingan terus berlanjut, terutama dalam proses sertifikasi bibit. “Kegiatan ini sangat bermanfaat. Saya menjadi lebih memahami cara pembibitan dan penanaman yang benar. Harapannya, ke depan kami juga memperoleh pendampingan dalam proses sertifikasi bibit agar usaha pembibitan ini dapat berkembang lebih baik,” tuturnya.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: jatengpos.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top