Melalui aplikasi PesantrenQu, Pondok Pesantren Ash Shodiqiyah dapat mengelola berbagai aktivitas operasional dalam satu ekosistem digital. Mulai dari administrasi keuangan, sistem pembayaran santri, pencatatan transaksi, hingga penyusunan laporan keuangan. Platform ini juga menyediakan layanan yang memudahkan komunikasi antara pengurus pesantren, santri, dan wali santri.
Direktur Bisnis Kelembagaan dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng, Mas Waris, menyatakan bahwa pondok pesantren memiliki ekosistem yang besar dan potensial untuk terus berkembang. "Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan layanan yang memudahkan pesantren dalam mengelola keuangan secara profesional, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip syariah," ujarnya.
Bank Jateng Syariah berharap implementasi PesantrenQu dapat meningkatkan tata kelola pesantren, kemudahan pengelolaan keuangan, serta meningkatkan keterlibatan wali santri terhadap pondok pesantren. Langkah ini dinilai strategis untuk mendorong pesantren agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Pimpinan Pondok Pesantren Ash Shodiqiyah yang juga menjabat sebagai Ketua GP Ansor Jawa Tengah, Gus Shidqon, menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, digitalisasi merupakan kebutuhan di era saat ini. "Kehadiran PesantrenQu akan membantu pengelolaan pesantren menjadi lebih mudah, cepat, transparan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada santri dan wali santri," ungkapnya.
PesantrenQu dirancang untuk mengintegrasikan berbagai kebutuhan operasional pesantren dalam satu platform digital. Mulai dari pengelolaan keuangan, sistem pembayaran, administrasi, hingga komunikasi antara pesantren dan wali santri. Melalui sinergi ini, Bank Jateng Syariah dan Pondok Pesantren Ash Shodiqiyah berharap implementasi PesantrenQu dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pesantren.
Kerja sama ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam menghadirkan solusi digital yang mendukung tata kelola keuangan dan administrasi pesantren secara lebih modern. Bank Jateng Syariah menargetkan semakin banyak pondok pesantren di Jawa Tengah yang mengadopsi platform serupa ke depannya.