SEMARANG — Tiga tahun setelah dirintis, demplot pertanian padi semi organik seluas 10 hektare di Desa Kemetul kini melibatkan 21 petani. Hasilnya terus meningkat secara signifikan dari musim ke musim.
Pada awal pengembangan, hasil panen petani hanya mencapai sekitar 5 ton gabah per hektare. Angka itu kemudian naik menjadi 6,7 ton per hektare pada tahun berikutnya, meskipun sempat terganggu serangan hama.
Memasuki musim panen gadu atau kemarau tahun ini, produktivitas tertinggi menembus 9,024 ton per hektare. Kepala Desa Kemetul, Agus Sudibyo, menyebutkan hasil terendah dari seluruh area demplot tetap berada di angka 8,2 ton per hektare.
“Peningkatan produktivitas ini membuktikan bahwa sistem budidaya semi organik tidak hanya menjaga kualitas tanah, tetapi juga mampu menghasilkan panen yang kompetitif,” ujar Agus usai peluncuran Proyek Perubahan di Desa Kemetul, Selasa (28/7/2026).
Saat ini, beras semi organik produksi Desa Kemetul dipasarkan ke segmen konsumen menengah ke atas di Kota Semarang dan Salatiga dengan harga sekitar Rp20.000 per kilogram. Namun, para petani masih menghadapi kendala dalam memperluas akses pasar.
Agus berharap pemerintah daerah dapat membantu membuka jalur distribusi yang lebih luas agar nilai ekonomi beras sehat ini bisa lebih tinggi. “Dengan begitu upaya peningkatan produksi beras dan harga jual bisa berbanding sejajar dalam meningkatkan kesejahteraan para petani,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno, menilai keberhasilan Desa Kemetul layak direplikasi. Menurutnya, pertanian semi organik menjadi solusi ganda: meningkatkan pendapatan petani sekaligus memulihkan kesuburan lahan yang bertahun-tahun jenuh akibat pupuk kimia.
Dispertanikap berencana mendorong penerapan sistem serupa di kecamatan-kecamatan lain sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah. “Sehingga, dalam mendukung ketahanan pangan Kabupaten Semarang bisa menjadi sentra pertanian semi organik maupun pertanian organik yang secara keekonomian semakin menjanjikan,” tegas Edy.