JAWA TENGAH — Selama ini, bansos pemerintah mengalir melalui dua kanal utama: bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia. Kini, Kementerian Sosial mulai menyiapkan jalur ketiga yang lebih dekat ke kantong penerima.
"Ya ini lagi kita terus simulasikan. Selama ini penyalurannya itu kan lewat dua. Kalau gak lewat Himbara, lewat PT Pos. Dan sekarang kita akan coba untuk menyalurkan di KDMP," ujar Gus Ipul, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, lokasi koperasi yang berada langsung di desa menjadi alasan utama efisiensi skema baru ini. Penerima manfaat tidak perlu lagi menempuh jarak jauh ke kantor bank atau kantor pos.
Gus Ipul menjelaskan, pemerintah tengah mematangkan dua opsi teknis. Pertama, membuka agen bank Himbara di dalam KDKMP. Dengan begitu, penerima bansos bisa mencairkan dana dan langsung membelanjakannya di koperasi yang sama.
Opsi kedua masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut. Namun, skema apa pun yang dipilih, kata Gus Ipul, prinsipnya adalah memperpendek rantai akses penerima manfaat terhadap bantuan tunai maupun non-tunai.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sendiri merupakan program yang digagas untuk memperkuat ekonomi desa. Dengan ditambahkan fungsi sebagai titik penyaluran bansos, peran koperasi ini akan semakin strategis di tingkat akar rumput.
Penyaluran bansos melalui KDKMP masih bersifat uji coba. Pemerintah belum memutuskan untuk mengganti sistem lama yang sudah berjalan melalui Himbara dan PT Pos. Seluruh proses saat ini masih dalam tahap simulasi untuk mengukur efektivitas dan kesiapan infrastruktur di lapangan.
Sebanyak 900 titik KDKMP yang telah siap beroperasi akan menjadi lokasi perdana uji coba. Jika berhasil, bukan tidak mungkin skema ini diperluas ke ribuan koperasi desa lainnya di seluruh Indonesia.
Bagi pelaku bisnis dan investor, langkah ini patut dicermati. Koperasi desa yang selama ini lebih banyak bergerak di sektor simpan pinjam dan perdagangan kecil, berpotensi menjadi mitra distribusi pemerintah dengan volume transaksi yang jauh lebih besar. Ini membuka peluang baru di sektor logistik sosial dan layanan keuangan mikro di daerah.