KLATEN — Ribuan lowongan kerja dari berbagai sektor industri dibuka dalam Job Fair Klaten 2026 yang berlangsung dua hari di Gedung Sunan Pandanaran. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Klaten menyiapkan 6.000 posisi dari 31 perusahaan yang bergerak di bidang garmen, otomotif, keuangan, hingga lembaga penempatan pekerja migran.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan bahwa penyelenggaraan tahunan ini adalah bentuk komitmen pemda dalam menekan angka pengangguran sekaligus menjawab kebutuhan industri akan tenaga kerja terampil. "Setiap tahun kita menyelenggarakan Job Fair yang berkolaborasi dengan berbagai perusahaan, baik yang ada di Kabupaten Klaten maupun dari luar daerah," ujarnya.
Hamenang mengungkapkan bahwa agenda ini telah melahirkan sejumlah kisah sukses bagi para pencari kerja di Klaten. "Ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau gimmick, tetapi program nyata yang terus kita laksanakan dan telah melahirkan banyak kisah sukses. Banyak peserta yang mendapatkan pekerjaan melalui Job Fair ini, bahkan beberapa di antaranya telah berkembang hingga memperoleh promosi jabatan," jelasnya.
Ia menambahkan, para pencari kerja yang belum berhasil pada kesempatan ini tidak perlu berkecil hati. Pemkab Klaten menyediakan jalur lain melalui program beasiswa kuliah bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Selain menggelar job fair, Disperinaker Klaten mengoperasikan layanan SIKENDI yang dapat diakses masyarakat secara luas. Melalui platform ini, pencari kerja bisa mendapatkan informasi lowongan terbaru, mengikuti pelatihan keterampilan, hingga memperoleh bantuan peralatan kerja bagi peserta pelatihan yang memenuhi ketentuan.
Bupati berharap layanan ini mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di tengah ketatnya persaingan pasar kerja. "Kalau belum berhasil mendapatkan pekerjaan melalui Job Fair, jangan berkecil hati. Pemerintah Kabupaten Klaten juga memiliki program beasiswa kuliah bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu," katanya.
Untuk program beasiswa tersebut, Hamenang mengakui kuota pada tahun pertama ini masih terbatas. Namun ia memastikan alokasi akan terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang agar manfaatnya dirasakan lebih banyak warga Klaten.