DEMAK — Desa Kedungori tengah menggenjot sektor pariwisata budaya, namun masih terkendala dalam hal promosi visual. Menjawab kebutuhan itu, mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 125 mengadakan pelatihan desain yang diikuti 18 peserta di Balai Desa Kedungori, Senin (10/8/2026).
Kegiatan ini menyasar Pokdarwis dan perangkat desa agar mampu membuat materi promosi sendiri, mulai dari poster, banner, hingga konten media sosial.
Dienty Ayunindya Nurrosyid, mahasiswa KKN yang akrab disapa Anin, bertindak sebagai pemateri. Peserta diperkenalkan dengan dasar-dasar desain grafis yang aplikatif dan mudah dipraktikkan.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan aplikasi desain, teknik penyusunan tata letak, serta cara membuat konten visual yang menarik dan informatif. Materi dirancang agar peserta tidak hanya paham teori, tetapi langsung bisa mempraktikannya secara mandiri.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi berlangsung. Mereka tidak hanya menerima materi, tetapi juga mendapat kesempatan mempraktikkan langsung pembuatan desain dengan pendampingan dari mahasiswa KKN.
Hasil praktik tersebut nantinya dapat digunakan untuk memperkenalkan potensi wisata dan berbagai kegiatan Desa Kedungori kepada masyarakat yang lebih luas.
Kepala Desa Kedungori, Maryoko, menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN tersebut. Menurutnya, keterampilan desain digital merupakan kebutuhan mendesak di tengah upaya desa mengembangkan sektor pariwisata.
“Kami melihat Pokdarwis dan perangkat desa memiliki potensi wisata yang besar, tetapi masih terkendala dalam hal promosi visual. Karena itu, kami berinisiatif mengadakan pelatihan desain agar warga dapat membuat konten promosi secara mandiri tanpa harus bergantung pada pihak lain,” ujar Agastya Surya Perdana, Koordinator Desa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 125.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja KKN yang dirancang untuk membekali masyarakat dengan keterampilan digital yang aplikatif dan berkelanjutan.