JAWA TENGAH — PT Galley Adhika Arnawama resmi menguasai 82,5 persen saham MBSS atau setara 1.443.766.800 lembar saham. Transaksi pengalihan saham ini dituntaskan melalui mekanisme crossing di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 31 Juli 2026.
Sebelumnya, kedua pihak menandatangani Conditional Share Sale and Purchase Agreement (CSPA) pada 21 Juli 2026. PT Wibowo Group Capital bertindak sebagai penjual dalam transaksi ini.
Setelah saham berpindah tangan, lima petinggi perusahaan memilih mundur. Mereka adalah Komisaris Utama Armand Setiawan Tanudjaja, Komisaris Wisma Bharuna, Komisaris Independen Kevin Evan Suandar, Direktur Utama Zhang Hao, dan Direktur Susan Faustine.
Sekretaris Perusahaan MBSS, Emy Oktavia, menjelaskan surat pengunduran diri telah diterima perseroan pada 10 Agustus 2026. Namun proses ini belum langsung berlaku.
"Pengunduran diri anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan akan berlaku efektif setelah mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan yang akan digelar pada tanggal 17 September 2026," kata Emy.
Perombakan manajemen yang beruntun kerap menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi pemegang saham dan mitra bisnis. Namun MBSS menegaskan pergantian pengendali dan pengunduran diri petinggi tidak mengganggu kegiatan operasional maupun kelangsungan usaha.
Emy menambahkan, transaksi pengalihan saham ini bukan termasuk transaksi afiliasi dan tidak mengandung benturan kepentingan. Pernyataan tersebut merujuk pada Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020.
Langkah ini menjadi ujian bagi jajaran manajemen baru untuk menjaga kepercayaan pasar. MBSS selama ini dikenal sebagai pemain penting di sektor angkutan batubara, segmen yang masih menjadi tulang punggung bisnis energi nasional.
Kepastian operasional menjadi kunci, mengingat kontrak pengangkutan batubara biasanya berjangka panjang dan melibatkan banyak pihak seperti pemilik tambang hingga pembangkit listrik. Gangguan sekecil apa pun bisa berdampak pada rantai pasok energi.
Dengan RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung bulan depan, publik akan melihat siapa saja wajah baru yang akan mengisi kursi direksi dan komisaris MBSS. Sampai saat itu tiba, perseroan memastikan seluruh layanan pelayaran tetap berjalan seperti biasa.