Harga BBM Pertamina di Jawa Tengah Resmi Turun Rabu 19 Agustus 2026, Pertamax Turbo Anjlok Rp 1.000 per Liter

Penulis: Puguh Triyono  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:13:01 WIB
Harga BBM nonsubsidi Pertamina di Jawa Tengah resmi turun Rp 1.000 per liter mulai Rabu, 19 Agustus 2026.

SEMARANG — Kabar baik bagi pengguna kendaraan bermotor di Jawa Tengah. Tiga jenis BBM nonsubsidi produksi Pertamina resmi mengalami penurunan harga mulai Rabu 19 Agustus 2026, dengan potongan paling besar mencapai Rp 1.000 per liter.

Penyesuaian ini diputuskan setelah PT Pertamina (Persero) melakukan evaluasi berkala terhadap harga jual, mengikuti pergerakan rata-rata harga minyak dunia serta mempertimbangkan nilai tukar rupiah. Adapun harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan.

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi di Jateng

Untuk wilayah Jawa Tengah, harga yang berlaku sama dengan daerah lain di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Berikut rincian tarif terbarunya:

  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp 18.300 per liter, turun Rp 1.000 dari harga sebelumnya Rp 19.300.
  • Pertamax Green 95: Rp 16.600 per liter, turun Rp 400 dari harga sebelumnya Rp 17.000.
  • Pertamax (RON 92): Rp 15.950 per liter, turun Rp 300 dari harga sebelumnya Rp 16.250.
  • Dexlite (CN 51): Rp 19.700 per liter (tetap).
  • Pertamina Dex (CN 53): Rp 21.150 per liter (tetap).

Harga BBM Subsidi: Pertalite dan Biosolar Tidak Berubah

Di tengah penurunan harga BBM nonsubsidi, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap stabil. Pertalite dan Biosolar masih dijual dengan harga yang sama, meny menyusul kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Kepastian ini diharapkan menjaga daya beli masyarakat, terutama bagi pengguna kendaraan roda dua dan transportasi umum yang bergantung pada BBM subsidi.

Alasan Pertamina Menurunkan Harga BBM

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari mekanisme penyesuaian harga yang berjalan dinamis. Penurunan dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan beberapa faktor utama.

"Penyesuaian harga BBM Non-Subsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat," ujar Kitty dalam keterangan resminya, Sabtu (1/8/2026).

Dengan adanya perubahan ini, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan anggaran bahan bakarnya. Penurunan harga Pertamax Turbo yang signifikan menjadi angin segar bagi pengguna kendaraan bermesin performa tinggi di wilayah Jawa Tengah.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: jateng.tribunnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top