Pemerintah Pusat Kirim 253 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Gempa NTT, Distribusi Melalui Tiga Jalur

Penulis: Rendi Kusuma  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:27:01 WIB
ton bantuan logistik dari Pemerintah Pusat mulai disalurkan kepada korban gempa NTT melalui jalur udara, laut, dan darat.

JAWA TENGAH — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan operasi pengiriman bantuan ini berlangsung sejak hari pertama pascagempa, dengan volume awal 27 ton. "Jadi sejak hari pertama 27 ton sampai dengan hari kelima ini sudah terangkut 253 ton logistik," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (19/8).

Logistik yang dikirim meliputi makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, dan kebutuhan pokok lainnya bagi penyintas bencana.

Dua Posko Utama Jadi Pusat Distribusi ke Wilayah Terdampak

Untuk mempercepat penyaluran, pemerintah mendirikan dua posko utama di Labuan Bajo dan Maumere. Posko Labuan Bajo melayani distribusi ke wilayah Manggarai dan Ngada, sementara Posko Maumere mengarahkan bantuan ke Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Teddy menjelaskan pendistribusian dilakukan melalui tiga jalur: udara, laut, dan darat. Jalur udara diperkuat helikopter, pesawat Cassa, dan pesawat berukuran lebih kecil untuk menjangkau area yang sulit diakses.

Tiga KRI Dikerahkan, Jalur Darat Sudah Bisa Dilalui Sejak Hari Kedua

Di jalur laut, tiga kapal perang TNI Angkatan Laut telah berada di wilayah terdampak. Satu kapal rumah sakit juga dilaporkan hampir berlabuh untuk mendukung layanan kesehatan darurat.

"Laporan dari Menteri PU, seluruh jalur darat sudah dapat dilewati sejak hari kedua," kata Teddy. Kondisi ini memungkinkan truk-truk logistik menjangkau lokasi pengungsian yang sebelumnya terisolasi.

Pemerintah terus memantau proses penanganan bencana agar bantuan segera diterima masyarakat. "Terima kasih kepada seluruh aparat yang bertugas, kepada warga, kepada relawan, kepada siapa pun yang turut membantu penanganan bencana ini sehingga logistik dapat terkirim secepat mungkin dan dapat dirasa manfaatnya secepat mungkin oleh warga yang terdampak," ujarnya.

Korban Jiwa Capai 70 Orang, 40.040 Warga Mengungsi

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Bramantyo melaporkan total korban mencapai 202 orang. Rinciannya, 70 orang meninggal dunia dan 132 orang luka-luka, terdiri atas 40 luka berat dan 92 luka ringan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 40.040 pengungsi tersebar di sejumlah titik pengungsian. Kerusakan fisik cukup parah dengan 11.925 rumah rusak akibat guncangan gempa.

Operasi kemanusiaan ini melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BNPB, serta relawan. Bantuan tambahan masih terus disalurkan menyusul kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian, terutama untuk anak-anak dan kelompok rentan.

Pemerintah daerah bersama pusat berkoordinasi untuk memastikan pasokan air bersih, sanitasi, dan layanan kesehatan dasar tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat berlangsung.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top