Rehan/Gloria Lolos ke 32 Besar Kejuaraan Dunia dengan Skor Menghancurkan 21-3 di Gim Kedua

Penulis: Qodri Anwar  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:39:01 WIB
Rehan/Gloria memastikan tempat di babak 32 besar Kejuaraan Dunia setelah menang dua gim langsung.

JAWA TENGAH — Kepastian yang datang di menit-menit akhir membuat persiapan Rehan/Gloria jauh dari kata ideal. Mereka baru tiba di New Delhi pada Senin dini hari dan tidak sempat melakukan sesi tes lapangan. Gim pertama pun menjadi ajang adaptasi, dan hasilnya terlihat dari skor yang cukup ketat.

Adaptasi Kilat dan Titik Balik Service Fault

Kami sebenarnya sudah tidak berharap tapi bukan berarti tidak mau main. Jadi kami balik fokus latihan intens dan ketika dapat kepastian hari Jumat pagi, kami langsung mempersiapkan semua. Agak terburu-buru memang tapi kami siap,” ujar Rehan.

Gloria menambahkan bahwa gim pertama adalah proses mencari ritme pertandingan. Namun, momentum berubah drastis ketika lawan mereka terkena service fault dan protes panjang yang membuat fokus Wong/Lim buyar.

“Di gim pertama main masih mencari hawa pertandingannya, cari ritmenya. Tapi kebetulan dapat titik balik ketika lawan tiba-tiba terpicu service fault karena delay lalu protes. Akhirnya waktu mereka terbuang dan seperti keluar dari fokusnya sementara kami bisa lebih teguh,” jelas Gloria.

Skor 21-3: Dominasi Total di Gim Kedua

Kehilangan fokus lawan menjadi bencana. Di gim kedua, Rehan/Gloria tampil tanpa ampun dan hanya membiarkan pasangan Malaysia itu mengumpulkan tiga angka. Skor 21-3 menjadi salah satu margin kemenangan terbesar di babak awal turnamen ini.

“Kalau saya lebih ambil positifnya dan serunya, seperti roller coaster. Kami akan ambil hikmah baiknya dan semoga semua berjalan lancar,” pungkas Rehan.

Yang Perlu Diperhatikan: Minimnya Persiapan Arena

Kemenangan ini memang meyakinkan, tapi ada catatan penting. Rehan/Gloria sama sekali belum merasakan kondisi angin dan kecepatan shuttlecock di arena utama. Gim pertama yang ketat menunjukkan bahwa mereka masih ragu dengan pengembalian dan arah bola.

Jika menghadapi lawan yang lebih konsisten dan tidak mudah terpancing emosi, adaptasi cepat seperti ini bisa menjadi batu sandungan. Melawan unggulan atas di babak selanjutnya, mereka tidak akan punya waktu untuk “meraba-raba” kondisi lapangan.

Lawan berikutnya di babak 32 besar akan menjadi ujian sesungguhnya. Fokus dan mental yang teguh seperti saat melawan pasangan Malaysia harus dipertahankan sejak poin pertama.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: nusadaily.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top