3,49 Juta Pemuda Jateng dari Keluarga Miskin, Pemprov Uji Coba Desa Mandiri Sejahtera di 8 Lokasi

Penulis: Surya Dinata  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:50:31 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meluncurkan pilot project Desa/Kelurahan Mandiri Sejahtera di Kelurahan Semanggi, Surakarta, Rabu (19/8/2026).

SURAKARTA — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meluncurkan pilot project Desa/Kelurahan Mandiri Sejahtera Berbasis Pemberdayaan Pemuda di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Rabu (19/8/2026). Program ini menyasar 3.493.309 pemuda dari keluarga desil 1-4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Januari 2026.

Berbeda dari skema bansos pada umumnya, program ini tidak memberikan bantuan langsung tunai. Setiap pemuda dari keluarga sasaran wajib menjalani asesmen terlebih dahulu untuk memetakan kebutuhan, pengalaman, dan potensi yang dimiliki sebelum mendapat pelatihan serta pendampingan.

Bantuan Baru Disalurkan Setelah Asesmen dan Pelatihan

Taj Yasin menegaskan intervensi pemerintah tidak boleh berhenti pada bantuan yang habis setelah diterima. Karena itu, proses asesmen menjadi pintu masuk utama program ini.

"Bantuan ini tidak langsung diberikan. Kita asesmen dulu. Kebutuhannya apa? Kelompok tersebut sudah punya pengalaman apa? Kita berikan pelatihan dulu, kita berikan pendampingan dulu," ujarnya.

Menurut Taj Yasin, pemuda punya posisi strategis dalam pengembangan ekonomi keluarga karena mampu memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar usaha. "Dengan harapan bantuan yang kita berikan ini tidak berkurang, tetapi bisa naik atau bertambah," katanya.

Delapan Desa dan Kelurahan Jadi Lokasi Percontohan

Tahap awal, program berjalan di delapan desa dan kelurahan. Selain Semanggi, ada Nusukan dan Mojosongo di Kota Surakarta; Desa Winduaji di Kabupaten Brebes; Desa Belik dan Mendelem di Kabupaten Pemalang; Desa Rejosari di Kabupaten Demak; serta Desa Ngawen di Kabupaten Blora.

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menilai pendekatan pemberdayaan penting agar pemuda tidak terus berada pada posisi penerima bantuan. "Kita semua ingin pemuda tidak hanya menjadi penerima manfaat tetapi menjadi pelaku pembangunan yang memiliki keterampilan, pekerjaan atau usaha, penghasilan dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya," kata Astrid.

Anggaran Rp 2,9 Miliar untuk Ekonomi, Keterampilan, dan Jaminan Sosial

Pemprov Jateng menyiapkan intervensi lintas sektor untuk mendukung model ini. Di bidang ekonomi, ada Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) senilai Rp145 juta, bantuan modal Kelompok Usaha Bersama (Kube) Rp480 juta untuk 24 kelompok, serta Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Rp240 juta. Bank Jateng menambah dukungan Kube dan pelatihan dasar pemuda senilai Rp600 juta.

Penguatan keterampilan dilakukan lewat Mobile Training Unit (MTU) senilai Rp134,594 juta dan pelatihan Hetero Business Leap (HBL) Rp7,98 juta. Pemuda penerima manfaat juga mendapat Kartu Zilenial untuk mengakses berbagai program pelatihan Pemprov Jateng.

Intervensi tidak hanya menyasar usaha. Pemprov juga memberikan jaminan sosial melalui Kartu Jateng Ngopeni senilai Rp105,6 juta dan BLT DBHCHT Rp436,8 juta. Dukungan pendidikan melalui BSM untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB sebesar Rp73 juta.

Perbaikan Rumah dan Jamban Ikut Disuntik Dana

Untuk memperbaiki kondisi dasar keluarga penerima manfaat, pemerintah menyalurkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Rp260 juta, jamban Rp675,22 juta, dan instalasi sambungan listrik Rp49,5 juta. Ada pula bantuan benih ikan nila merah senilai Rp13,5 juta sebagai bagian dari pengembangan kegiatan ekonomi produktif masyarakat.

Taj Yasin meminta pemerintah daerah di lokasi pilot project tidak berhenti setelah bantuan disalurkan. Setiap program harus dipantau dan dikawal untuk memastikan kegiatan yang dijalankan penerima manfaat dapat terus berkembang. Astrid berharap pilot project ini menjadi awal pendampingan berkelanjutan dan nantinya dikembangkan di wilayah lain.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: indoraya.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top