SEMARANG — Industri film horor komedi Indonesia kedatangan angin segar lewat karya terbaru berjudul "Harusnya Horor". Film yang digarap sineas asal Semarang ini mengangkat kisah tidak biasa tentang seorang setan wibu penakut yang justru gemar membuat konten viral, sebuah premis yang jarang dieksplorasi dalam perfilman Tanah Air.
Kehadiran film ini menjadi alternatif tontonan baru bagi masyarakat Jawa Tengah yang selama ini akrab dengan sajian horor konvensional. "Harusnya Horor" mencoba meruntuhkan pakem film horor pada umumnya dengan menyuntikkan unsur komedi dan budaya populer Jepang ke dalam alur ceritanya.
Berbeda dari film horor kebanyakan yang menampilkan sosok hantu menyeramkan, "Harusnya Horor" justru menghadirkan karakter setan dengan kepribadian wibu—sebutan untuk penggemar budaya populer Jepang. Tokoh utama dalam film ini digambarkan sebagai sosok yang penakut dan justru kerap ketakutan saat berinteraksi dengan manusia.
Kebalikan dari stereotip hantu pada umumnya, setan dalam film ini justru aktif membuat konten yang berpotensi viral. Pendekatan ini menjadi daya tarik tersendiri yang membedakan film tersebut dari judul-judul horor komedi lainnya yang pernah tayang di bioskop Indonesia.
Aspek pembuatan konten viral tidak sekadar menjadi tempelan dalam alur cerita. Justru, aktivitas sang setan wibu dalam membuat konten menjadi penggerak utama narasi film. Hal ini dinilai relevan dengan tren media sosial yang berkembang pesat di kalangan anak muda Indonesia saat ini.
Penggabungan antara dunia supranatural dan fenomena digital ini diyakini mampu menarik minat penonton dari berbagai kalangan, terutama generasi milenial dan Gen Z yang akrab dengan budaya internet dan media sosial.
Kemunculan "Harusnya Horor" turut meneguhkan posisi Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung kreativitas sineas muda Indonesia. Dengan mengangkat cerita yang dekat dengan keseharian warganet, film ini diharapkan bisa memperluas pasar film lokal yang selama ini didominasi produksi dari Jakarta.
Para pengamat film menilai, keberanian mengambil risiko dengan premis yang tidak biasa seperti ini merupakan langkah positif bagi perkembangan industri perfilman di daerah. Apabila berhasil menarik penonton, bukan tidak mungkin akan lahir lebih banyak karya-karya eksperimental dengan sentuhan lokal dari para sineas Jawa Tengah.
Belum ada keterangan resmi mengenai jadwal rilis "Harusnya Horor" di bioskop. Namun, antusiasme warganet di media sosial sudah terlihat sejak film ini mulai diperbincangkan. Publik pun menantikan gebrakan baru dari film horor komedi yang satu ini.