SEMARANG — Provinsi Jawa Tengah tidak hanya sekadar menjadi tujuan investasi, tetapi sudah diakui secara nasional sebagai primadona yang paling banyak dilirik investor asing. Pengakuan tersebut datang langsung dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi yang menyebut kombinasi infrastruktur, kemudahan perizinan, hingga biaya hidup yang kompetitif menjadi paket lengkap daya tarik provinsi ini.
Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru dan Pasifik, Saribua Siahaan, mengungkapkan bahwa mempromosikan potensi investasi di Jateng jauh lebih mudah dibandingkan daerah lain. Hal ini disampaikannya setelah melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Semarang.
Berdasarkan pengalaman Saribua dalam meyakinkan para calon investor, persoalan lahan dan perizinan menjadi indikator utama yang selalu menjadi pertimbangan pertama. Di Jawa Tengah, kedua hal tersebut dinilai sudah berjalan dengan baik dan efisien.
Kemudahan ini tidak lepas dari kolaborasi kuat antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Sinergi tersebut memastikan setiap proses administrasi berjalan transparan dan cepat, sehingga investor tidak ragu untuk segera merealisasikan rencananya.
Karakteristik wilayah Jawa Tengah dinilai sangat cocok untuk pengembangan sektor manufaktur yang bersifat padat karya. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan mendorong perputaran ekonomi lokal.
“Pengalaman saya sendiri (ketika menawarkan potensi investasi), investor yang memilih Jawa Tengah itu tidak hanya 1 atau 2. Yang jelas, Jawa Tengah itu primadona yang dilirik banyak investor,” jelas Saribua.
Menanggapi posisi strategis tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga kondusivitas wilayah dan menciptakan iklim investasi yang sehat. Stabilitas keamanan menjadi prasyarat mutlak agar investor merasa nyaman beroperasi di daerahnya.
“Menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif memang menjadi tanggung jawab kita semua. Investasi ini penting untuk perkembangan wilayah, mereduksi angka kemiskinan dan pengangguran,” ucap Ahmad Luthfi.
Dengan segala keunggulan tersebut, Jawa Tengah diproyeksikan akan terus mengalami peningkatan realisasi investasi. Kehadiran industri baru diharapkan mampu membuka lapangan kerja lebih luas bagi masyarakat dan mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai kabupaten/kota di provinsi ini.