5 Keluhan Petani Wonogiri Saat Gerakan Tanam Bawang Putih di Girimarto, dari Pupuk hingga Regenerasi

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:04:02 WIB
Petani menanam bibit bawang putih dalam gerakan tanam serentak di Desa Bubakan, Girimarto, Wonogiri, Rabu (19/8/2026).

WONOGIRI — Gerakan tanam bawang putih serentak di Desa Bubakan, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, pada Rabu (19/8/2026) bukan sekadar seremoni. Di balik penanaman simbolis yang melibatkan pemerintah daerah dan Forkopimda, para petani memanfaatkan momen itu untuk menyuarakan jeritan mereka di lapangan.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi ini menjadi ajang dialog langsung antara petani dan pemerintah. Aspirasi yang disampaikan pun beragam, tetapi semuanya bermuara pada satu tujuan: memperkuat sektor pertanian dari hulu.

Lima Persoalan Klasik yang Menghantui Petani

Dalam dialog yang terhubung secara daring dengan sejumlah daerah di Indonesia, setidaknya ada lima keluhan utama yang mengemuka dari para petani di Wonogiri.

  • Kelangkaan dan harga pupuk yang fluktuatif.
  • Sulitnya mendapatkan bibit unggul bersertifikat.
  • Keterbatasan tenaga kerja dan regenerasi petani muda.
  • Rantai pemasaran hasil panen yang belum stabil.
  • Perlunya pendampingan intensif dari pemerintah daerah.

Kasihumas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, yang mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan komunikasi antara petani dan pemerintah.

"Para petani dari berbagai wilayah saling berbagi pengalaman dan menyampaikan harapan agar dukungan terhadap sektor pertanian semakin kuat," kata dia.

Bibit Investasi Masa Depan, Bukan Soal Upah Pengupas

Gerakan ini sengaja digelar di tengah ramainya pemberitaan media sosial tentang upah pengupas bawang yang disebut fantastis. Bagi warga Bubakan, menanam bibit bawang putih hari ini adalah investasi jangka panjang yang jauh lebih bernilai.

Jika panen berhasil, kebutuhan dapur terpenuhi dan pendapatan petani dipastikan meningkat. Bawang putih kini menjadi komoditas yang diburu pasar dengan harga tinggi, sekaligus menjadi salah satu komoditas impor yang ingin ditekan pemerintah pusat.

Gedung Ketahanan Pangan Jadi Pusat Ekonomi Baru

Tak hanya menanam, agenda hari itu juga ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung ketahanan pangan di Desa Bubakan. Gedung ini nantinya diproyeksikan menjadi pusat pengolahan, penyimpanan, hingga pemasaran hasil pertanian warga.

Keberadaan gedung tersebut diharapkan mampu memangkas rantai distribusi yang selama ini dinilai belum stabil. Dengan begitu, petani tidak lagi bergantung pada tengkulak dan bisa menjual hasil panen dengan harga yang lebih layak.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: joglosemarnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top