JAWA TENGAH — Microsoft tengah menyelidiki laporan gangguan yang muncul setelah rilis pembaruan keamanan Windows 11 KB5121003 pada 11 Agustus lalu. Update yang menyasar pengguna Windows 11 versi 25H2 dan 24H2 ini diduga memicu error kritis EXCEPTION_ACCESS_VIOLATION pada beberapa judul game tertentu, yang membuat prosesor grafis bekerja tidak normal hingga sistem memilih untuk mematikan diri sendiri demi melindungi perangkat keras.
Hingga pembaruan halaman dukungan resmi terakhir pada 19 Agustus, Microsoft mengonfirmasi masalah ini mayoritas dilaporkan oleh pemain ARC Raiders, MARVEL T?kon: Fighting Souls, dan The Finals. Namun, perusahaan belum memastikan apakah akar masalahnya berasal dari kode pembaruan atau konflik dengan driver pihak ketiga.
Melalui server Discord resmi, tim Embark Studios mengidentifikasi dugaan biang keladi masalah ini. Mereka menemukan bahwa pembaruan KB5121003 mengubah cara kerja file inpoutx64.sys, sebuah driver I/O tingkat kernel yang biasa digunakan untuk komunikasi perangkat keras. Perubahan ini membuat driver gagal berkomunikasi dengan benar dengan sistem operasi, sehingga memicu crash pada game yang memanfaatkannya.
"Kami menyadari adanya crash baru yang muncul setelah rilis pembaruan Windows (KB5121003) yang mungkin memengaruhi sebagian dari kalian. Tim sedang mengerjakan perbaikan dan akan terus memberi kabar," tulis Embark dalam pengumuman resminya.
Bagi pemain yang terdampak dan tidak ingin menunggu patch berikutnya, Embark memberikan langkah manual untuk menonaktifkan driver bermasalah tersebut. Metode ini dinilai lebih praktis dibandingkan melakukan rollback penuh sistem operasi yang berisiko menghilangkan pengaturan personal.
Berikut langkah-langkah yang bisa diikuti:
sc stop inpoutx64 lalu tekan Enter untuk menghentikan layanan driver.sc delete inpoutx64 lalu tekan Enter untuk menghapus registrasi driver dari sistem.C:\Windows\System32\drivers.inpoutx64.sys dan hapus file tersebut secara permanen.Setelah keempat langkah tersebut selesai, pemain bisa mencoba meluncurkan kembali game. Metode ini efektif untuk memutus konflik driver tanpa merusak integritas pembaruan keamanan Windows lainnya.
Jika cara di atas terasa terlalu teknis, opsi paling aman adalah memutar kembali (rollback) pembaruan Windows 11 ke versi sebelumnya. Pengguna bisa mengakses menu Settings > Windows Update > Update History dan memilih opsi Uninstall updates untuk menghapus KB5121003. Namun, perlu dicatat bahwa metode ini akan menonaktifkan semua tambalan keamanan terbaru, sehingga perangkat menjadi lebih rentan terhadap ancaman siber sampai patch berikutnya dirilis.
Insiden ini bukan yang pertama kali menimpa pembaruan Windows 11 tahun ini. Pada 15 Juli lalu, Microsoft sempat memblokir distribusi update KB5101650 untuk perangkat Dell setelah muncul laporan tentang PC yang mati mendadak, panas berlebih, dan penurunan performa signifikan.
Bagi pengguna Windows 11 di Indonesia yang mengalami masalah serupa, Microsoft meminta untuk melaporkannya melalui aplikasi Feedback Hub yang tersedia di sistem operasi. Laporan tersebut akan membantu tim engineering mempercepat investigasi dan merilis perbaikan permanen dalam pembaruan berikutnya.