SEMARANG — Ribuan lowongan pekerjaan dari berbagai sektor dibuka dalam Job Fair Jateng yang digelar memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah. Perusahaan yang berpartisipasi tidak hanya berasal dari dalam provinsi, tetapi juga menawarkan penempatan kerja di luar Jawa dan luar negeri.
Kepala Disnakertrans Jawa Tengah Ahmad Aziz menyebutkan antusiasme pencari kerja untuk hadir langsung tetap tinggi. Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan sebelumnya, dari sekitar 5.000–6.000 pendaftar daring, sekitar 3.500–4.000 orang diprediksi hadir selama dua hari pelaksanaan.
Kesempatan yang sama diberikan kepada pencari kerja penyandang disabilitas. Sebanyak 51 orang telah terdata mengikuti bursa kerja ini.
Aziz menegaskan perusahaan peserta dilarang mencantumkan persyaratan diskriminatif dalam proses rekrutmen. Kualifikasi dan kompetensi calon pekerja menjadi pertimbangan utama.
“SE kan berlaku untuk seluruh Indonesia. Harus kita taati,” tegasnya.
Perusahaan juga didorong untuk menyediakan aksesibilitas dan fasilitas yang dibutuhkan pekerja disabilitas. Hal ini menjadi bagian dari pemenuhan kuota yang diatur regulasi.
“Kalau ada 100 tenaga kerja, satu harus dari teman-teman disabilitas,” ujarnya.
Lowongan yang tersedia mencakup sektor manufaktur, jasa, perhotelan, outsourcing, hingga rumah sakit. Sejumlah perusahaan menawarkan penempatan di luar Jawa Tengah, seperti sektor perkebunan di Kalimantan dan Sumatera.
Selain pasar kerja domestik, job fair ini juga membuka kesempatan bekerja dan mengikuti program magang ke Jepang. Bidang keperawatan menjadi salah satu yang ditawarkan, termasuk peluang menjadi pekerja migran Indonesia.
“Kita sediakan semuanya lengkap. Monggo silakan para pencari kerja untuk bisa datang, mengakses, melihat secara langsung. Kalau cocok silakan daftar,” kata Aziz.
Hingga akhir Juli 2026, Disnakertrans Jateng mencatat serapan tenaga kerja mencapai 262.783 orang. Dari jumlah tersebut, lebih dari 213 ribu orang terserap di perusahaan dalam provinsi.
Sementara itu, serapan tenaga kerja ke luar negeri mencapai sekitar 44.339 orang. Sebanyak 5.227 orang lainnya tercatat mengikuti program magang ke Jepang.
Capaian tersebut menunjukkan upaya perluasan kesempatan kerja terus dilakukan, baik melalui pasar kerja dalam negeri, peluang kerja luar daerah dan luar negeri, maupun program pemagangan bagi tenaga kerja Jawa Tengah.