Kemarau Panjang di Semarang, BPBD Sudah Salurkan 55 Ribu Liter Air ke 11 Titik Terdampak Kekeringan

Penulis: Surya Dinata  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:31:01 WIB
Petugas BPBD Kota Semarang menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di sejumlah titik.

SEMARANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang terus mengirim bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan akibat kemarau panjang. Hingga 18 Agustus 2026, sebanyak 55.000 liter air telah didistribusikan ke 11 titik yang tersebar di tiga kecamatan dan tujuh kelurahan.

Distribusi air ini menyasar kawasan permukiman yang mengalami penurunan debit air secara signifikan. Sejumlah titik yang mendapat pasokan antara lain Kalipancur, Graha Permata Tembalang, Griya Rosari Permai, Griya Rowosari Permai, Perum Sinar Lestari Indah, Klaster Inara Bulusan, Mangunharjo, Rowosari RW 9, Bulusan, Jabungan RT 03/RW 03, serta Dukuh Rejosari RT 07/RW 10 Meteseh.

Stok Air Bersih Masih Mencukupi untuk Warga Terdampak

BPBD Kota Semarang memastikan persediaan air bersih untuk warga terdampak masih aman. Total cadangan yang disiapkan mencapai sekitar 900.000 liter, dan hingga 18 Agustus 2026 masih tersisa sekitar 845.000 liter yang siap didistribusikan.

“Imbauan untuk warga tentunya saat ini agar bijak dan hemat dalam menggunakan air bersih,” kata Kepala BPBD Kota Semarang Endro P Martanto saat dihubungi Jatengnews.id, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, kemarau yang berkepanjangan memengaruhi ketersediaan air dari berbagai sumber utama. “Karena kita tahu, di musim kemarau yang relatif panjang ini, ketersediaan air bersih dari PDAM, sumur pribadi, artetis ini debitnya menurun,” ujarnya.

Waspada Kebakaran di Lahan Kosong

Selain krisis air bersih, BPBD Kota Semarang juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Kondisi vegetasi yang mengering di lahan kosong membuat api mudah menjalar dan sulit dikendalikan.

Endro menegaskan agar masyarakat tidak membakar sampah sembarangan, terutama di area terbuka. “Artinya warga masyarakat agar tidak membakar sampah di manapun,” tegasnya.

Ia menambahkan, “Kemudian yang kedua terkait dengan musim kemarau yang cukup panjang ini, waspada terkait dengan antisipasi pembakaran. Terutama di lahan-lahan yang kosong.”

Reporter: Surya Dinata
Sumber: jatengnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top