KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus menyalurkan bantuan alsintan senilai puluhan unit yang berasal dari Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian. Penyerahan secara simbolis dilakukan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris di Gedung Pertanian Kecamatan Undaan, Senin (24/8).
Bantuan pusat tersebut terdiri dari 16 traktor roda dua, lima traktor roda empat, tiga traktor roda empat khusus Brigade Alsintan, sembilan pompa air enam inci, 16 pompa air tiga inci, dan satu unit combine harvester. Selain itu, Pemkab Kudus juga mengalokasikan tambahan dari APBD berupa lima pompa air delapan inci, dua combine harvester, dan satu traktor roda empat untuk Brigade Alsintan Dinas Pertanian dan Pangan.
Sam’ani menyebut kehadiran alat ini dirancang untuk menggantikan tenaga kerja manual pada tahap pengolahan lahan hingga pascapanen. Menurut dia, mekanisasi menjadi kunci efisiensi karena mampu memangkas waktu kerja dan menekan angka kehilangan hasil panen.
“Petani merupakan pahlawan pangan. Kabupaten Kudus memang tidak besar, tetapi semangat para petaninya luar biasa. Mari kita jaga dan manfaatkan bantuan ini bersama-sama agar terus mampu mempertahankan swasembada pangan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima redaksi.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetyo mengatakan penyaluran alat disesuaikan dengan kebutuhan mekanisasi di lapangan. Penerima bantuan meliputi kelompok tani (Poktan), gabungan kelompok tani (Gapoktan), Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA), serta Brigade Alsintan Kabupaten Kudus.
“Mekanisasi sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat proses budidaya, serta menekan kehilangan hasil panen,” kata Didik. Pihaknya bersama penyuluh pertanian akan mendampingi penerima agar penggunaan alat berkelanjutan dan tepat sasaran.
Salah satu penerima, Ketua Kelompok Tani Unggul Jaya Payaman, Kecamatan Mejobo, Purnomo, mengaku terbantu dengan satu unit traktor crawler yang diterimanya. Alat ini dinilai lebih unggul dalam meratakan lahan pasca-panen dibandingkan traktor roda dua.
“Dengan traktor crawler tentu lebih maksimal sehingga pengolahan lebih cepat, tentu menghemat biaya dan waktu,” jelasnya. Bantuan ini diharapkan mendorong produktivitas padi di Kudus yang selama ini mengandalkan pola tanam intensif.