KARANGANYAR — Projek-D tidak pernah dirancang sebagai festival hiburan komersial semata. Di balik gemerlap panggung di De Tjolomadoe, ajang tahunan ini menjelma menjadi laboratorium industri pertunjukan yang merekam dinamika ekosistem musik regional, sekaligus menggerakkan rantai ekonomi kreatif di Solo Raya.
Sejak volume pertama pada 2022, puluhan pekerja seni terlibat di balik layar—mulai dari perancang tata panggung, teknisi lampu dan suara, hingga kurator talenta. Semua elemen itu bekerja sama menciptakan pengalaman berbeda bagi ribuan penonton yang hadir setiap tahunnya.
Fondasi Projek-D diletakkan pada 29–30 Oktober 2022. Edisi perdana ini langsung mencatatkan sukses dengan menghadirkan 22 musisi dari tingkat lokal hingga nasional, memadukan Panggung Maduswara di area outdoor dan Panggung Wirama di area indoor.
Nama-nama seperti Bilal Indrajaya, Vierratale, Pamungkas, dan Ndarboy Genk memeriahkan hari pertama. Hari kedua diisi Ardhito Pramono, Reality Club, Soegi Bornean, hingga The Sailors. Volume perdana ini menandai lahirnya ruang perjumpaan baru bagi penikmat musik lintas genre di Jawa Tengah.
Kesuksesan itu berlanjut pada Vol.2 (2023) yang mengusung tema "Pop of Circus" dengan slogan #SehidupSeparty. Festival ini menarik sekitar 13.000 penonton dan melakukan gebrakan dengan memadukan pertunjukan musik bersama pameran kendaraan listrik roda dua, IIMS Motobike Show & Music.
Projek-D Vol.3 pada 7–8 September 2024 menjadi titik balik. Festival ini membuktikan bahwa pertunjukan skala besar tidak harus berpusat di ibu kota. Project Director Projek-D, Rumpoko Adi, menegaskan komitmennya menghadirkan pengalaman yang inklusif.
"Kami mengembangkan event festival musik Projek-D untuk semua kalangan agar siapapun tanpa ragu dapat bersenang-senang. Musik menjadi penghubung utama antara penggemar, artis, dan komunitas," terangnya.
Inovasi di balik layar kian terlihat. Penyelenggara melibatkan komunitas lokal, termasuk rilisan fisik piringan hitam Lokananta pada Spinning Session, pertunjukan komedi bersama Stand Up Indo Solo, hingga program After Party. Panggung Vol.3 mempertemukan Tulus, Nadin Amizah, The Adams, serta kolaborasi Yan Vellia & Ndarboy Genk yang membawakan karya-karya almarhum Didi Kempot.
Memasuki Vol.4 pada 30–31 Agustus 2025, Projek-D memperluas dampaknya terhadap pemberdayaan musisi daerah. Di tengah kemeriahan penampil nasional seperti Bernadya, Hindia, dan Lomba Sihir, tim kerja menghadirkan program kurasi bertajuk CEKSON.
Band rock alternatif asal Solo, Malu2x, berhasil keluar sebagai pemenang. Apresiasi yang diberikan tidak hanya sebatas slot tampil di panggung utama, tetapi juga bantuan pendanaan produksi video klip untuk memperluas jangkauan karya visual mereka.
Langkah ini menunjukkan pergeseran paradigma: festival tidak lagi sekadar mengejar keuntungan komersial, tetapi juga berinvestasi pada keberlanjutan ekosistem musik lokal. Dengan persiapan menuju Vol.5 pada September 2026, Projek-D terus membuktikan diri sebagai katalis pertumbuhan industri kreatif di Jawa Tengah.