SLAWI — Dua pebiliar asal Slawi, Kabupaten Tegal, membuktikan diri mampu bersaing di level turnamen terbuka. Dominico Roy Irawan keluar sebagai juara pertama, sementara Muhamad Kamal melaju hingga semifinal pada Walikota Cup IV Pekalongan Open yang digelar di Merdeka Pool & Lounge, Kota Pekalongan.
Ketua POBSI Kabupaten Tegal, Memet Said, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian kedua atlet tersebut. Menurutnya, hasil ini menjadi modal berharga bagi perkembangan olahraga biliar di daerah.
Dominico Roy Irawan tampil konsisten sejak babak penyisihan hingga partai final. Ketenangannya dalam membaca meja menjadi kunci kemenangan di tengah persaingan ketat melawan pebiliar dari berbagai daerah.
Turnamen ini mempertandingkan nomor 9-Ball dengan sistem handicap 3, 3+, 4, 4+, dan 5. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 115 juta, menjadikannya salah satu ajang bergengsi di Pantura Jawa Tengah.
Selain Dominico, Muhamad Kamal juga menunjukkan performa impresif. Ia berhasil menembus babak semifinal dan memberi perlawanan sengit kepada lawan-lawannya sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan.
Pencapaian ini menegaskan bahwa atlet biliar asal Slawi tidak hanya mampu bersaing di level lokal, tetapi juga di turnamen terbuka dengan peserta dari berbagai kota.
Walikota Cup IV Pekalongan Open berlangsung selama lima hari, 19–23 Agustus 2026. Ajang ini dimulai dengan penyisihan lokal khusus Handicap 3 dan 3+ serta perwakilan Karesidenan Pekalongan.
Setelah tahap penyisihan, pertandingan dilanjutkan ke babak utama yang mempertemukan para pebiliar terbaik dari penyisihan umum. Babak final menjadi puncak kompetisi yang menyajikan duel sengit antara para finalis.
Raihan satu gelar juara dan satu tempat di semifinal menjadi catatan positif bagi dunia olahraga biliar Kabupaten Tegal. Keberhasilan ini diharapkan memotivasi atlet muda lainnya untuk menekuni cabang olahraga ini secara serius.
Memet Said menambahkan, prestasi di Pekalongan ini bisa menjadi batu loncatan bagi atlet Slawi untuk menembus level nasional. Ia berharap pembinaan berkelanjutan terus dilakukan agar muncul bibit-bibit unggul baru dari daerah.