JAWA TENGAH — Insiden yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB itu melukai enam anggota keluarga yang berada dalam satu ruangan. Selain dua korban jiwa, empat korban lain masih menjalani perawatan intensif di dua rumah sakit berbeda dengan tingkat luka bakar bervariasi.
Korban paling kritis adalah Enah (ibu korban) yang dirawat di ruang ICU RSUD Kabupaten Bekasi. Satgas Kesehatan Desa Mekarmukti, Suta (41), menyebut Enah mengalami luka bakar sekitar 90 persen dan kondisinya belum bisa dipastikan karena belum diperbolehkan dijenguk.
Sementara itu, Amelya Putri dirawat di ruang rawat inap RSUD Kabupaten Bekasi dengan luka bakar di kaki dan tangan, luasnya di bawah 50 persen. Dua korban lain, Buyin dan Aisah (15), menjalani perawatan di Rumah Sakit Sentra Medika. Aisah mengalami luka bakar pada kedua kakinya.
"Dua korban yang meninggal itu luka bakarnya di atas 90 persen, sudah full, kayaknya sudah 100 persen," ujar Suta saat ditemui di lokasi kejadian.
Peristiwa bermula ketika Enah memasak dan menghangatkan nasi di dapur. Keluarga korban, Tami (55), menuturkan Enah mencium bau gas dan meminta bantuan menantunya untuk memperbaiki tabung yang diduga bocor.
"Katanya itu gas ada yang bocor. Dia minta tolong sama menantunya, minta dibenerin," kata Tami yang tinggal bersebelahan dengan rumah korban.
Tami mengaku hanya mendengar satu kali suara ledakan keras dari arah rumah korban. "Satu kali meledak. Pokoknya meledak gitu kedengarannya," ucapnya.
Suta menambahkan, saat hendak mengganti tabung, api diduga sudah muncul dan langsung menyambar seluruh ruangan. "Gasnya bocor, terus dia mau ganti, ternyata sudah ada api. Sudah kena semua langsung satu ruangan," jelasnya.
Kasat Reskrim Polres Bekasi AKBP Jerico Chandra membenarkan dugaan awal ledakan berasal dari tabung gas. Namun, penyelidikan masih berlanjut untuk memastikan penyebab pasti kebocoran.
"Sementara masih kami dalami ya. Hasil keterangan saksi akibat tabung gas," kata Jerico saat dikonfirmasi, Minggu (30/8).
Enam korban awalnya dievakuasi warga ke dua rumah sakit. Tiga korban dilarikan ke RSUD Kabupaten Bekasi dan tiga lainnya ke Rumah Sakit Sentra Medika. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin instalasi gas di rumah tinggal untuk mencegah kebocoran yang berujung fatal.