BREBES — Tiga warga Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, ditemukan meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan Gedung Hogwan yang roboh secara mendadak pukul 05.30 WIB. Material bangunan kuno itu menimpa tiga rumah warga yang berada tepat di samping gedung.
Korban jiwa terdiri dari dua anak yang masih berusia dini, Kinarian Yusfina (8) dan Kinara Nafasya Jeslyn (4), serta seorang lanjut usia bernama Kajat (83). Ketiganya merupakan warga Desa Dukuhturi dan seluruh jenazah telah dievakuasi ke RSUD Bumiayu untuk penanganan lebih lanjut.
Rumah milik Sariman (42), Narto (46), dan Imam (38) rusak tertimpa material tembok gedung yang roboh. Kejadian berlangsung cepat seusai Subuh, saat sebagian warga masih beraktivitas di dalam rumah.
Dua korban anak yang ditemukan meninggal merupakan buah hati dari Sariman, salah satu pemilik rumah yang tertimpa reruntuhan.
Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan berjibaku membuka tumpukan puing untuk menjangkau korban yang diduga masih tertimbun. Tim dari Unit Siaga SAR Brebes menerima laporan awal dari anggota BPBD Brebes, Budi Sudjatmiko, melalui informasi dari warga sekitar pukul 09.23 WIB.
Petugas tiba di lokasi setelah menempuh perjalanan sejauh 67,8 kilometer dari markas. Kepala Basarnas Cilacap, M Abdullah, menjelaskan tim langsung berkoordinasi dengan BPBD dan unsur terkait untuk melakukan pencarian terhadap korban yang masih tertimbun material.
“Setelah menerima informasi kejadian, satu tim rescue Unit Siaga SAR Brebes langsung diberangkatkan menuju lokasi. Setibanya di lokasi, tim melaksanakan assessment dan berkoordinasi dengan unsur terkait,” ujar M Abdullah.
Pencarian sempat terkendala karena volume material yang besar. Korban terakhir, Kajat (83), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di titik koordinat 7°14'52.6"S 109°00'29.9"E pada pukul 13.40 WIB.
Dengan ditemukannya korban tersebut, total korban meninggal dipastikan tiga orang. Anggota SAR Brebes, Syaiful Anwar, menyatakan seluruh proses pencarian dan evakuasi dinyatakan selesai pada pukul 15.30 WIB dan operasi SAR diusulkan ditutup.
“Dengan telah ditemukannya korban terakhir dan seluruh proses pencarian serta evakuasi selesai dilaksanakan, Operasi SAR diusulkan untuk ditutup. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, relawan, serta masyarakat yang telah membantu,” tutup Syaiful Anwar.
Dalam operasi ini, tim SAR menerjunkan satu unit Rescue Car Compartment, satu unit excavator dari PUPR Brebes, serta peralatan ekstrikasi dan alat medis untuk mempercepat pembukaan akses di lokasi kejadian.