Kasus ISPA di Natuna Meningkat Imbas Asap Karhutla dari Kalimantan, Tembus 251 Kasus

Penulis: Surya Dinata  •  Kamis, 03 September 2026 | 13:35:01 WIB
Petugas kesehatan memeriksa warga yang terdampak kabut asap kebakaran hutan di Puskesmas Bunguran Tengah, Natuna, Kamis (3/9).

JAWA TENGAHNatuna, CNN Indonesia — Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna mendapati tren peningkatan kasus ISPA di sejumlah puskesmas pada pekan ke-33 dan ke-34. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Natuna, Imam Syafari, menyebut angka sementara mencapai 251 kasus yang tersebar di beberapa wilayah kerja puskesmas.

"Menurut unit fasilitas pelayanan kesehatan dan per puskesmas ada beberapa terjadi peningkatan," kata Imam saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com pada Kamis (3/9).

Imam menjelaskan, dari data minggu 33-34, sempat tercatat penurunan kasus dari 251 menjadi 225 kasus. Namun, laporan terbaru dari masing-masing puskesmas menunjukkan adanya lonjakan kembali yang membuat pihaknya perlu menarik data terbaru untuk mendapatkan angka pastinya.

"Kita mau tarik data dulu per wilayah puskesmas ya," ujarnya.

Penyebab dan Kondisi di Lapangan

Peningkatan kasus ini dipicu oleh kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di Pulau Kalimantan yang terbawa angin hingga ke wilayah perairan dan daratan Natuna. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya kualitas udara yang berdampak langsung pada kesehatan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Hingga kini, Dinkes belum dapat merinci apakah pelajar turut terdampak signifikan karena pemeriksaan di setiap wilayah Puskesmas masih berjalan. Pihaknya masih memverifikasi data pasien yang berobat untuk memastikan kategori usia dan tingkat keparahan penyakit.

Data Sejumlah Puskesmas yang Terdampak

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan, berikut sebaran kasus ISPA yang dirinci dari data dua pekan sebelumnya hingga pekan terakhir di Kabupaten Natuna:

  • Puskesmas Bunguran Tengah meningkat dari 23 kasus menjadi 30 kasus
  • Puskesmas Bunguran Selatan meningkat dari 26 kasus menjadi 30 kasus
  • Puskesmas Tanjung meningkat dari 10 kasus menjadi 11 kasus
  • Puskesmas Kelarik meningkat signifikan dari 9 kasus menjadi 17 kasus
  • Puskesmas Pulau Tiga meningkat dari 2 kasus menjadi 6 kasus
  • Puskesmas Serasan meningkat dari 20 kasus menjadi 23 kasus
  • Puskesmas Suak Midai mencatat kasus baru dari 0 menjadi 4 kasus

Imam mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat beraktivitas guna meminimalisir dampak buruk asap. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan puskesmas untuk memantau perkembangan kasus secara berkala.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top