BANJARNEGARA — Prosesi sakral Ruwat Rambut Gimbal mewarnai puncak gelaran Dieng Culture Festival (DCF) XVI 2026. Dalam ritual yang digelar pada 28–30 Agustus 2026 ini, Direktur Bisnis Kelembagaan dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng, Mas Waris, tampil memotong rambut Andien Checilia Shaquilla, anak asal Wonosobo yang lahir pada 8 September 2019.
Andien menjadi pusat perhatian dalam prosesi ruwatan tersebut. Anak yang kini berusia tujuh tahun itu mengajukan permintaan mahar berupa dua ekor kambing kecil, masing-masing jantan dan betina, sebagai syarat pencukuran rambut gimbalnya.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menuturkan bahwa Ruwat Rambut Gimbal merupakan kearifan lokal dengan nilai spiritual tinggi yang terus dirawat keasliannya oleh masyarakat Dieng.
"Melalui ritual ini, kita diajarkan tentang pentingnya rasa syukur, keikhlasan dan penghormatan terhadap garis keturunan dan alam sekitar," ujarnya.
Kehadiran Mas Waris dalam prosesi tersebut bukan tanpa alasan. Ia menyampaikan bahwa partisipasi Bank Jateng dalam kegiatan budaya merupakan wujud komitmen perseroan membangun hubungan erat dengan para pemangku kepentingan serta mendukung program pemerintah daerah.
"Bank Jateng senantiasa menjaga integritas, memperkuat sinergi dengan stakeholder, serta terus hadir memberikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Banjarnegara," pesan Mas Waris.
Mengusung tema "Spirit of The Harmony", DCF XVI tidak hanya menyajikan atraksi budaya. Beragam kegiatan lain turut meramaikan festival, mulai dari Aksi Dieng Bersih, Kontes Domba Batur, bazar UMKM, pagelaran seni, Jazz Atas Awan, hingga Pesta Lampion.
Musisi nasional seperti Barasuara, Yura Yunita, Raim Laode, Kunto Aji, dan Parade Hujan juga dijadwalkan tampil memeriahkan acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut.
Kementerian Pariwisata yang diwakili Sekretaris Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan (Event), Titik Lestari, mengapresiasi keberlangsungan festival hingga edisi ke-16. Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari kekuatan masyarakat lokal yang konsisten mengembangkan acara tersebut.
"Menjadikan Dieng Culture Festival sebagai wajah pariwisata Indonesia yang autentik dan berdaya saing global. UMKM yang menjajakan jajanan tadi juga sudah laris terjual," kata Titik.
Di balik dukungan terhadap pelestarian budaya, Bank Jateng juga memiliki target strategis dalam keikutsertaannya di ajang ini. Pemimpin Bank Jateng Kantor Cabang Banjarnegara, Lili Widiyani, berharap partisipasi tersebut mampu meningkatkan pengenalan produk perseroan kepada masyarakat luas.
"Dengan terselenggaranya kegiatan ini, kami berharap exposure terhadap produk-produk Bank Jateng semakin meningkat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan kembali oleh masyarakat Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Banjarnegara," ungkap Lili.
Sinergi antara BUMD, pemerintah daerah, dan masyarakat inilah yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga warisan budaya Dieng tetap hidup di tengah arus modernisasi.