Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Masuk Hari Ketujuh, 76 Petugas Berjibaku Buka Akses ke Blok B yang Terisolasi

Penulis: Puguh Triyono  •  Selasa, 08 September 2026 | 14:46:01 WIB
Enam hari pasca kebakaran, 76 petugas gabungan berupaya membuka akses darat menuju Blok B TPA Putri Cempo Solo yang terisolasi.

SOLO — Enam hari berlalu sejak api pertama kali melahap tumpukan sampah di TPA Putri Cempo, Jebres, Solo. Hingga Selasa (8/9/2026), bara di gunungan sampah masih menyisakan kepulan asap di sejumlah titik, terutama di Blok B yang menjadi zona paling sulit ditembus petugas.

Tim gabungan yang menerjunkan 76 personel dan 11 armada kini berfokus pada satu misi utama: membuka akses darat menuju Blok B. Lokasi tersebut disebut terisolasi karena tidak ada jalur yang memungkinkan alat berat mencapai sisi timurnya.

Blok D Jadi Pintu Masuk Satu-Satunya ke Titik Api

Kepala Pelaksana BPBD Kota Solo, Ari Dwi Daryatmo, mengungkapkan progres pemadaman baru mencapai separuhnya. Dari total luas area yang terbakar, penanganan di Blok B dinilai paling rumit karena medannya yang sulit.

"Kalau melihat dari peta, progresnya sekitar 50 persen. Blok B itu yang paling sulit karena tidak bisa kita akses sama sekali dari sisi timur," ujar Ari di TPA Putri Cempo, Senin (7/9/2026).

Strategi yang diambil adalah menyisir Blok D terlebih dahulu. Ekskavator dikerahkan ke puncak gunungan sampah untuk membongkar material sekaligus merintis jalur baru secara bertahap menuju Blok B. Setelah akses terbentuk, penyiraman baru bisa dilakukan secara optimal.

OMC Ditargetkan Beroperasi 9-10 September

Di tengah keterbatasan medan, pemerintah menyiapkan bantuan dari langit. BPBD Kota Solo telah berkoordinasi dengan BMKG untuk pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC), meski keputusan akhir masih menunggu instruksi dari BNPB.

"Untuk OMC ini juga masih kita menunggu dari BNPB. Karena memang kemarin kita sudah koordinasi ke BMKG. Kalau memang dari BNPB menyarankan untuk dilakukan modifikasi cuaca oleh BMKG, intinya mereka siap," kata Ari.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas C Penanggungan, menyebut OMC diharapkan mulai beroperasi pada 9-10 September. Kondisi atmosfer yang mulai menunjukkan keberadaan awan dinilai menjadi peluang untuk mempercepat operasi tersebut.

"Mungkin sekitar tanggal 9-10 harapannya sudah beroperasi. Karena kalau kita lihat sudah ada awan-awan yang mungkin bisa membantu berkaitan dengan operasi modifikasi cuaca," jelas Bergas di Kantor Pemprov Jawa Tengah, Senin (7/9/2026).

Water Bombing Polda Jateng dan Pelajaran dari Kebakaran 2023

Sebelum OMC, dukungan udara dari Polda Jawa Tengah melalui water bombing sudah beberapa kali dikerahkan. Metode ini dipakai untuk menjangkau titik api yang tidak bisa dilalui armada darat.

Bergas menambahkan, pengalaman kebakaran TPA Putri Cempo pada 2023 menjadi pelajaran berharga. Saat itu, api baru bisa dipadamkan setelah 24 hari penanganan. Kondisi kali ini disebutnya tidak kalah berat, sehingga seluruh sumber daya yang tersedia harus dikerahkan.

"Kalau kita mengacu tahun 2023 saat Putri Cempo terbakar juga, itu waktu penanganannya 24 hari. Ini baru masuk di hari kelima. Harapannya bisa lebih cepat," ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Solo Respati Ardi memastikan Zona C dan D sudah berhasil dilokalisir. Pemantauan dengan perangkat geotermal dilakukan untuk mencegah bara kembali merembet ke area lain.

"Zona C dan D sudah kita lokalisir. Tadi malam kita pantau lewat geotermal, sudah bisa dipadamkan, sehingga tidak merembet. Lokalisir sudah berhasil, tinggal kita fokus ke zona B setelah ini," kata Respati.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: jatengpos.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top