Pertamina Awasi BBM Subsidi, Masyarakat Diminta Ikut Mengawasi

Penulis: Surya Dinata  •  Jumat, 11 September 2026 | 07:17:31 WIB
Pertamina meminta masyarakat ikut mengawasi penyaluran BBM subsidi.

JAWA TENGAH — Ajakan ini muncul ketika penyaluran BBM di Kalimantan terkendala sungai yang surut. Kondisi itu membuat distribusi energi tidak berjalan normal dan membuka celah penyalahgunaan oleh oknum.

Pertamina Minta Masyarakat Ikut Mengawasi

Roberth menyatakan pengawasan tidak bisa hanya dilakukan perusahaan. Masyarakat diminta menggunakan BBM secara bijak dan hemat.

"Harapannya, kita sama-sama mengawasi. Menggunakan BBM secara bijak, hemat," ujar Roberth.

Ia secara khusus meminta masyarakat tidak memanfaatkan situasi jalur sungai yang kering untuk kepentingan pribadi. Salah satu praktik yang disorot adalah pembelian berulang di SPBU lalu dijual kembali dengan harga mahal.

"Jangan memanfaatkan dengan misalnya, jalur sungainya kering, kemudian terjadi pembelian berulang di SPBU, kemudian dijual kembali dengan harga mahal," ucap Roberth.

Kondisi Sungai Surut dan Dampaknya

Debit air Sungai Kapuas di Kalimantan Barat menyusut drastis dan mengering di beberapa titik akibat musim kemarau panjang. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengidentifikasi kelangkaan BBM di Kalimantan disebabkan sungai yang surut sehingga kapal distribusi energi tidak bisa beroperasi normal.

Roberth menjelaskan keringnya sungai akibat kemarau ekstrem merupakan force majeure atau kondisi kahar. Pengiriman BBM yang biasanya menggunakan jalur kapal terpengaruh kondisi tersebut.

"Kami harus melakukan yang namanya contingency plan. Yang sebelumnya disalurkan melalui kapal, maka harus disalurkan melalui mobil tangki," ujar Roberth.

Pertamina pun menyalurkan BBM menggunakan mobil tangki. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan permasalahan tersebut telah dimitigasi dengan memperbanyak truk pengiriman BBM melalui jalur darat.

Meski begitu, Laode mengakui volume angkut truk pengiriman BBM tidak sebesar angkutan sungai.

Praktik yang Merugikan Masyarakat

Roberth menyayangkan praktik pembelian berulang yang diduga untuk dijual kembali. Menurutnya, masyarakat sedang kesulitan menghadapi El Nino dan justru dipersulit oknum ketika membutuhkan energi.

"Ini kami sangat menyayangkan, bagaimana masyarakat sudah berhadapan dengan El Nino, mereka butuh energi, tapi kemudian ada pihak-pihak yang justru memanfaatkan," ujar Roberth.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengawasan penyaluran BBM bersubsidi menjadi perhatian Pertamina. Masyarakat yang menemukan indikasi penyalahgunaan dapat melaporkannya melalui kanal pengaduan resmi Pertamina.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: koran-jakarta.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top