JAWA TENGAH — Nilai tukar rupiah dibuka di level Rp17.729 per dolar AS pada Jumat (18/9) pagi, menguat 24 poin atau 0,14 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Penguatan mata uang Garuda sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang juga menguat terhadap dolar AS. Analis memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp17.700 hingga Rp17.800 sepanjang hari ini.
Sejumlah mata uang Asia mencatat penguatan terhadap dolar AS. Yuan China naik 0,10 persen, peso Filipina menguat 0,20 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,40 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,01 persen.
Sebagian mata uang Asia lain justru melemah. Dolar Singapura turun 0,01 persen, yen Jepang melemah 0,17 persen, dan won Korea Selatan terdepresiasi 0,33 persen.
Mata uang utama negara maju juga bergerak bervariasi. Euro Eropa menguat 0,05 persen, poundsterling Inggris naik 0,01 persen, dolar Australia menguat 0,11 persen, dan dolar Kanada naik 0,03 persen. Franc Swiss bergerak datar.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong menilai penurunan harga minyak mentah dunia menjadi faktor utama di balik penguatan rupiah. Pasar berharap Arab Saudi akan memulihkan sekitar setengah dari pasokan yang terdampak dalam beberapa hari ke depan.
"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS seiring penurunan harga minyak mentah dunia, menyusul harapan bahwa Arab Saudi akan memulihkan sekitar setengah dari pasokan yang terdampak dalam beberapa hari ke depan," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Menurut Lukman, perkembangan tersebut turut menekan indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi AS. "Perkembangan tersebut turut menekan indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi AS," katanya.
Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. Level tersebut menjadi acuan pelaku pasar valas dalam menyusun posisi jangka pendek.
Bagi pelaku bisnis yang memiliki kewajiban valas, penguatan rupiah membuka ruang untuk mencicil kebutuhan dolar di level saat ini. Sementara eksportir dapat mempertimbangkan strategi lindung nilai jika rupiah terus menguat mendekati batas bawah rentang proyeksi.