SEMARANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Jenderal Ahmad Yani Semarang mengeluarkan peringatan dini terkait mudahnya terjadi kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau ini. Peringatan tersebut disampaikan menyusul prakiraan cuaca yang berlaku 12 jam, mulai Rabu (3/9/2026) pukul 19.00 WIB hingga Kamis (4/9/2026) pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan pengamatan pada Rabu pukul 17.30 WIB, kondisi umum Semarang tercatat cerah berawan dengan angin bertiup dari arah Barat berkecepatan 4 km/jam. Suhu udara berada di angka 29.0 derajat Celsius dengan kelembapan 71 persen. Forecaster on Duty BMKG Stasiun Ahmad Yani Semarang, Agus Triyono, menjadi pihak yang menerbitkan prakiraan ini.
Semarang dan Sebagian Besar Jawa Tengah Cerah Berawan
Untuk wilayah Kota Semarang, BMKG memprakirakan cuaca umumnya cerah berawan sepanjang periode tersebut. Angin diperkirakan bergerak dari arah Timur Laut hingga Barat Daya dengan kecepatan 3 sampai 20 km/jam. Suhu udara di ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini berkisar antara 23 hingga 29 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan 70 sampai 85 persen.
Kondisi serupa diprakirakan terjadi di sebagian besar kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Secara umum, langit akan didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Angin bertiup dari Timur Laut–Barat Daya dengan kecepatan yang sama, yakni 3 hingga 20 km/jam.
Daftar Wilayah dengan Suhu Terendah dan Tertinggi
BMKG mencatat rentang suhu di Jawa Tengah berada pada kisaran 14 hingga 30 derajat Celsius. Wilayah dengan suhu terendah, yakni 14 sampai 19 derajat Celsius, diprakirakan terjadi di Banjarnegara dan Wonosobo. Kedua daerah ini berada di dataran tinggi yang memang kerap lebih dingin saat malam hingga dini hari.
Sementara itu, suhu tertinggi mencapai 23 hingga 30 derajat Celsius dan berpotensi menyapa sejumlah wilayah. Daerah tersebut meliputi Cilacap, Purworejo, Sragen, Grobogan, Rembang, Pati, Jepara, Kendal, Batang, Brebes, hingga Surakarta.
Kelembapan udara di Jawa Tengah pada periode ini diprakirakan berada di angka 70 hingga 95 persen. Khusus untuk Kabupaten Pati, kondisi cuaca diprediksi berawan dengan suhu 21–30 derajat Celsius dan kelembapan 70–85 persen.
Kewaspadaan Karhutla di Tengah Musim Kemarau
Imbauan waspada karhutla patut menjadi perhatian, khususnya bagi warga yang tinggal di dekat kawasan hutan atau lahan kering. Kombinasi suhu panas dan kelembapan yang rendah pada musim kemarau membuat area vegetasi mudah terbakar.
Masyarakat diimbau tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, serta memastikan tidak ada puntung rokok yang dibuang sembarangan di area rawan. Langkah antisipasi sederhana ini dinilai krusial untuk mencegah meluasnya kebakaran yang bisa berdampak pada kabut asap serta mengganggu kesehatan.
Tinggi Gelombang di Perairan Jawa Tengah
Bagi nelayan atau pengguna transportasi laut, BMKG juga merilis informasi tinggi gelombang untuk dua wilayah perairan berbeda. Di Perairan Utara Jawa Tengah, tinggi gelombang diprakirakan berada pada rentang 0.5 hingga 2.5 meter. Di Perairan Selatan Jawa Tengah, potensi tinggi gelombang sedikit lebih bervariasi, yakni 1.25 sampai 2.5 meter.
Kondisi tersebut masih tergolong aman untuk aktivitas pelayaran, namun nelayan kecil tetap diminta mewaspadai perubahan cuaca yang cepat, terutama jika bertolak pada sore atau malam hari.