TEGAL — Program ini menyasar anak-anak yang mengalami perlambatan pertumbuhan dan penurunan status gizi di wilayah tersebut. General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan bahwa penentuan penerima manfaat dilakukan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal agar tepat sasaran.
"Desa Kaladawa menjadi salah satu wilayah penerima manfaat Program Satu Telur Sehari Alfamart berdasarkan rekomendasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal," ujar Rani dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (11/2).
Distribusi Melalui Kader Posyandu dan Pemantauan Berkala
Telur didistribusikan secara periodik oleh kader posyandu setempat. Tenaga gizi dari Puskesmas Kaladawa turut mendampingi proses distribusi sekaligus memantau tumbuh kembang anak-anak penerima manfaat.
Pemantauan ini menjadi bagian penting dari program. Data perkembangan anak dicatat secara berkala untuk mengukur efektivitas tambahan asupan protein hewani terhadap status gizi mereka.
Ekspansi ke 39 Kota pada 2026, Target 510.000 Butir Telur
Memasuki tahun keempat pelaksanaan pada 2026, program ini diperluas ke 39 kota di Indonesia. Target distribusi mencapai lebih dari 510.000 butir telur bagi lebih dari 2.700 anak yang terindikasi stunting.
Pada 2025, Alfamart telah mendistribusikan lebih dari 189.000 butir telur kepada 1.000 anak di 25 kota. Rata-rata 72 persen anak penerima manfaat menunjukkan perkembangan tumbuh kembang yang positif.
Rekam Jejak Program: Dari 10 Kota ke 39 Kota
Program ini pertama kali dijalankan pada 2022. Saat itu, lebih dari 177.000 butir telur disalurkan kepada 1.000 anak di 10 kota. Setahun kemudian, pada 2024, sebanyak 103.000 lebih butir telur diberikan kepada 591 anak di 12 kota.
Kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam program ini. Dinas Kesehatan setempat berperan dalam pendataan awal, sementara kader posyandu memastikan distribusi harian berjalan lancar.
Di Kabupaten Tegal, program ini diharapkan bisa menjadi model intervensi gizi berbasis komunitas yang berkelanjutan. Pasokan telur segar setiap hari dianggap lebih efektif dibandingkan bantuan sembako bulanan karena langsung dikonsumsi dalam waktu singkat.