SEMARANG — Ribuan petugas sensus mulai bergerak ke 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah sejak 18 Juni 2026. Mereka akan mendata pelaku usaha dan rumah tangga selama dua setengah bulan ke depan hingga 31 Agustus 2026.
Apel dan pengukuhan petugas digelar di Lapangan Simpang Lima Semarang, Kamis (18/6/2026). Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut mendampingi Wakil Kepala BPS RI dalam acara tersebut.
Jawa Tengah: 15 Persen Pelaku Usaha Nasional
Sonny Harry Budiutomo Harmadi menyebut Jawa Tengah memiliki jumlah unit usaha terbesar di Indonesia. Sekitar 15 persen pelaku usaha nasional berada di provinsi ini.
"Jadi 25 persen pelaku usaha di Jawa itu berada di Jawa Tengah dan 15 persen pelaku usaha di Indonesia itu adanya di Jawa Tengah," ujar Sonny usai apel.
Data UMKM dan Ekonomi Keluarga Jadi Target
Sensus ini menyasar tiga kategori pendataan: unit pelaku usaha sebanyak 32 juta, keluarga sebanyak 95,3 juta, dan individu sebanyak 289,3 juta. Petugas akan mendatangi tempat usaha sekaligus melakukan pendataan door to door ke rumah-rumah.
Sonny mengakui masih banyak pelaku UMKM yang belum tercatat pemerintah. Kegiatan mereka di marketplace kerap tidak terdata, padahal berkontribusi nyata pada kesejahteraan masyarakat.
Privasi Terjamin, Tak Ada Kaitan dengan Pajak
Warga diminta kooperatif saat petugas datang. Data yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh negara dan tidak ada hubungannya dengan penarikan pajak.
"Ini rahasia, data pasti terjaga, tidak ada hubungannya dengan pajak ya," tegas Sonny.
Pendataan dilakukan secara online dan real time melalui platform BPS. Hal ini untuk memastikan akurasi dan keamanan data.
Gubernur Instruksikan Kepala Daerah Dukung Penuh
Gubernur Ahmad Luthfi telah memerintahkan seluruh bupati, wali kota, dan ASN di Jawa Tengah untuk mengimbau masyarakat terbuka terhadap petugas sensus. Imbauan ini berlaku untuk pelaku UMKM mikro, kecil, menengah, hingga usaha rumah tangga.
"Mohon untuk mendukung dengan TIR, terima petugasnya, isi datanya dengan benar, kemudian rahasia data pasti terjaga," ujar Sonny menambahkan.
Hasil sensus diharapkan menjadi acuan kepala daerah dalam merancang kebijakan berbasis data untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.