Saloka Beri 1.000 Membership Gratis untuk Siswa Guru Berprestasi Jateng

Penulis: Redaksi  •  Sabtu, 02 Mei 2026 | 15:19:26 WIB
Saloka Theme Park luncurkan program Edu Pride dengan 1.000 membership gratis untuk siswa dan guru berprestasi Jateng.

Semarang — Menyambut Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei, Saloka Theme Park resmi meluncurkan program Saloka Edu Pride pada Jumat (1/5/2026) sebagai bentuk dukungan konkret terhadap ekosistem pendidikan di Jawa Tengah. Program ini menawarkan apresiasi bermartabat bagi siswa dan guru yang telah meraih prestasi di bidang akademik maupun non-akademik.

Mekanisme Pendaftaran dan Kuota Peserta

Saloka menyediakan 1.000 keanggotaan gratis yang berlaku selama satu tahun penuh untuk penerima program. Pendaftaran dibuka dalam dua jalur sejak 2 hingga 17 Mei 2026. Jalur pertama adalah rekomendasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah dengan alokasi 90 persen kuota, sementara 10 persen sisanya dibuka melalui jalur open submission di situs edupride.salokapark.com.

Setiap sekolah dapat mendaftarkan maksimal dua siswa dan satu guru berprestasi dengan melampirkan bukti prestasi dan surat rekomendasi resmi untuk diverifikasi oleh tim Saloka. Para peserta yang lolos verifikasi akan menerima kartu digital yang memberikan akses masuk gratis satu kali setiap hari ke Saloka Theme Park, baik pada hari kerja maupun akhir pekan selama setahun penuh.

Kerja Sama Strategis dengan Institusi Pendidikan

Program ini dijalankan melalui kerja sama strategis antara Saloka dan Disdikbud Provinsi Jawa Tengah untuk memastikan program tepat sasaran dan bermanfaat maksimal. Sebagai langkah awal implementasi, penyerahan simbolis telah dilaksanakan di SMP Domenico Savio Semarang pada 21 April lalu, menunjukkan komitmen nyata dalam eksekusi program.

Sinergi Dunia Usaha dan Pendidikan

Melalui Saloka Edu Pride, manajemen taman rekreasi berharap dapat memberikan penghargaan yang bermartabat bagi para pejuang pendidikan. Inisiatif ini sekaligus menciptakan sinergi harmonis antara dunia usaha dan institusi pendidikan tanpa membebani APBD daerah Jawa Tengah, menjadikan apresiasi kepada pendidik dan siswa berprestasi sebagai tanggung jawab bersama ekosistem lokal.

Reporter: Redaksi
Back to top