GROBOGAN — Polda Jawa Tengah menerjunkan tim khusus Traffic Accident Analysis (TAA) guna menyelidiki penyebab kecelakaan maut yang melibatkan mobil Toyota Avanza dan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek. Insiden yang terjadi di perlintasan swadaya Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (1/5/2026) dini hari tersebut merenggut nyawa lima orang penumpang.
Penyelidikan mendalam ini melibatkan personel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jateng bersama Satlantas Polres Grobogan. Petugas memfokuskan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada pengumpulan data teknis guna mengungkap kronologi benturan secara presisi. Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan kasus berjalan transparan dan berbasis data ilmiah.
Polisi menggunakan teknologi TAA berbasis 3D scanner dalam proses olah TKP yang dilakukan Sabtu (2/5/2026). Alat canggih ini mampu memetakan seluruh area kecelakaan dalam bentuk digital tiga dimensi. Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pratama Adhyasastra, menjelaskan bahwa penggunaan teknologi ini sangat krusial untuk meminimalisir kesalahan analisis manual.
"Melalui teknologi TAA 3D Scanner, kami bisa merekonstruksi secara detail posisi kendaraan, titik benturan, serta kondisi lokasi kejadian," kata Pratama dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026).
"Hal ini membantu penyidik dalam menganalisis penyebab kecelakaan secara lebih presisi dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah," lanjutnya.
Selain melakukan pemindaian lokasi, kepolisian juga berkoordinasi lintas sektoral untuk mempercepat proses penyidikan. Tim TAA memberikan asistensi penuh kepada penyidik Satlantas Polres Grobogan agar seluruh prosedur hukum terpenuhi tanpa mengabaikan aspek kecepatan penanganan di lapangan.
Tragedi ini bermula saat Toyota Avanza bernomor polisi H-1060-ZP yang mengangkut sembilan orang melintas di jalur umum Tuko-Sidorejo sekitar pukul 02.52 WIB. Kendaraan tersebut membawa rombongan satu keluarga yang hendak mengantar pasangan Sadi dan Wartini menuju Pendopo Kabupaten Grobogan untuk keberangkatan haji.
Saat melintasi perlintasan kereta api tanpa penjaga, mobil tersebut tertabrak KA Argo Bromo Anggrek yang sedang melaju kencang. Benturan keras mengakibatkan kendaraan ringsek parah. Lima orang dilaporkan tewas di lokasi kejadian, sementara empat penumpang lainnya harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka serius.
"Satu keluarga itu. Semua korban sudah berhasil dievakuasi dan dilakukan penanganan oleh petugas. Mobil juga sudah terevakuasi," jelas Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo, saat memberikan konfirmasi pada Jumat (1/5/2026).
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Kejadian ini menjadi alarm keras bagi otoritas terkait dan masyarakat mengenai risiko tinggi di perlintasan sebidang, terutama yang dikelola secara swadaya oleh warga tanpa palang pintu resmi.
"Ini jadi pengingat bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk berhenti sejenak, melihat kiri dan kanan, serta memastikan aman sebelum melintas," ujar Artanto.
Kepolisian berkomitmen terus melakukan edukasi keselamatan berkendara guna mencegah peristiwa serupa terulang. Hingga saat ini, tim penyidik masih merampungkan hasil pemindaian 3D untuk menentukan apakah ada unsur kelalaian atau faktor teknis lain yang menjadi pemicu utama kecelakaan maut tersebut.