Pelatih kepala Persis Solo, Milomir Seslija, mengakui nasib timnya di Liga 1 2025/2026 sudah di luar kendali. Laskar Sambernyawa kini hanya bisa menunggu hasil laga pesaing untuk menentukan langkah di kasta tertinggi.
Persis Solo kini berada di posisi genting. Mereka tidak lagi memegang kendali penuh atas langkah sendiri. Setiap hasil imbang atau kekalahan dari tim pesaing di papan bawah klasemen bisa menjadi penentu degradasi.
Kondisi ini memaksa tim pelatih fokus pada hasil pertandingan tim lain, bukan hanya performa anak asuhnya.
“Kami sudah melakukan semua yang bisa kami lakukan. Sekarang, hasilnya tergantung pada tim lain,” ujar Milomir Seslija dalam sesi jumpa pers usai latihan, Senin lalu.
Pelatih berusia 50 tahun itu menambahkan bahwa ia dan pemain tetap akan berjuang hingga peluit akhir. Namun, ia realistis bahwa faktor eksternal kini ikut bermain.
Untuk bertahan, Persis Solo tidak hanya harus memenangkan pertandingan sisa. Mereka juga membutuhkan hasil negatif dari tim-tim di atas mereka di klasemen sementara.
Ini bukan skenario ideal. Namun, Seslija menegaskan timnya tidak akan menyerah. “Kami akan tetap bermain sepak bola yang baik dan berusaha meraih tiga poin. Sisanya, kita lihat saja,” katanya.
Tekanan kini menghinggapi skuad Persis Solo. Publik sepak bola Solo menaruh harapan besar agar tim kebanggaan mereka tidak turun kasta.
Seslija meminta para pemain tetap tenang dan fokus. Ia menilai, kepanikan hanya akan memperburuk situasi yang sudah sulit.
Laga-laga sisa musim ini akan menjadi ujian mental bagi seluruh elemen tim. Dukungan suporter di Stadion Manahan diyakini bisa menjadi suntikan motivasi tambahan.