KENDAL — Bupati Dyah Kartika Permanasari meneken MoU bersama Danantara di Jakarta pada Senin, 11 Mei 2026, untuk pengembangan proyek PSEL kawasan Semarang Raya. Kesepakatan ini melengkapi MoU sebelumnya yang telah ditandatangani dengan Kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah.
"Yang MoU dengan Danantara itu 6 provinsi termasuk yang Provinsi Jawa Tengah untuk PSEL yang Semarang Raya," ujar Bupati yang akrab disapa Tika itu.
Pemerintah pusat menargetkan proyek ini memasuki tahap groundbreaking pada Juni 2026. Bupati Tika optimistis jadwal tersebut bisa terealisasi.
"Rencananya bulan Juni nanti groundbreaking. Mudah-mudahan sesuai target," katanya.
Pembangunan fasilitas PSEL ditargetkan rampung pada akhir 2027 dan mulai beroperasi pada 2028. Dalam skema aglomerasi Semarang Raya, hanya Kota Semarang dan Kabupaten Kendal yang terlibat langsung.
Kabupaten Kendal nantinya memiliki kewajiban mengirim sampah sebanyak 100 ton per hari ke fasilitas PSEL. Namun, Bupati Tika menegaskan volume itu belum mampu mengatasi seluruh timbulan sampah di daerahnya.
"Kabupaten Kendal nanti hanya mempunyai kewajiban untuk mengirim sampah per hari 100 ton," ungkapnya.
Ia memperkirakan kapasitas tersebut baru mencakup sekitar 25 persen dari total produksi sampah harian. Karena itu, Pemkab Kendal tetap menyiapkan berbagai alternatif pengolahan sampah berbasis teknologi lain.
Salah satu teknologi yang tengah diuji coba adalah pirolisis di Desa Margorejo melalui bantuan CSR. Jika berhasil, Pemkab berencana mengembangkannya menggunakan APBD.
"Kami terus berupaya menggunakan teknologi lain. Ada bantuan CSR terkait teknologi pirolisis di Desa Margorejo. Kalau nanti berhasil, kami juga akan mengembangkan melalui APBD," tambah Bupati Tika.
Selain pirolisis, Pemkab Kendal juga akan menjalin kerja sama dengan investor untuk pengolahan sampah menjadi refuse derived fuel (RDF). Langkah ini diambil untuk mengurangi jumlah sampah yang belum tertangani dari proyek PSEL nantinya.
"Karena memang timbulan sampah di Kabupaten Kendal ini masih banyak yang harus diolah," pungkasnya.