KENDAL — Ketua Komisi C DPRD Kendal, Sisca Meritania, menemukan tiga masalah krusial saat menyambangi TPA Darupono. Pertama, kekurangan alat berat untuk mengolah timbunan sampah. Kedua, akses jalan menuju lokasi pembuangan yang tidak memadai. Ketiga, sistem pengelolaan sampah yang dinilai belum optimal.
Antrean Truk Sampah Mengular, Warga Terdampak
Temuan di lapangan menunjukkan truk pengangkut sampah harus mengantre lama untuk bisa masuk ke area TPA. Akibatnya, ritase pengangkutan dari permukiman jadi kacau dan memicu penumpukan sampah di berbagai titik di Kabupaten Kendal.
“Selama ini ada tiga hal yang menyebabkan trouble. Pertama, kita masih kekurangan alat berat. Kedua, akses jalan menuju lokasi pembuangan sampah masih kurang memadai. Ketiga, pengelolaan sampahnya memang belum mumpuni,” ungkap Sisca dalam keterangannya, Senin.
Perbaikan Jalan Jadi Prioritas, Target Juli 2026
DPRD mendesak agar perbaikan akses jalan menjadi prioritas utama. Sisca menilai langkah ini yang paling cepat berdampak untuk mengurangi waktu antrean kendaraan pengangkut sampah.
“Yang paling dekat harus segera dilakukan adalah membelah atau memperbaiki jalan dulu supaya aksesnya lebih nyaman dan antrean bisa berkurang,” tegasnya.
Politikus tersebut berharap perbaikan jalan bisa terealisasi paling lambat Juli 2026, sambil menunggu pengadaan alat berat baru.
Anggaran Rp 1 Miliar untuk Jalan, Alat Berat Baru Menunggu 2027
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, Luqni Kaharudin, menyebut pihaknya telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar pada tahun ini untuk perbaikan akses jalan menuju TPA Darupono.
Ia mengakui kondisi jalan yang buruk menjadi penghambat utama aktivitas truk, terutama saat volume sampah meningkat drastis.
“Untuk pengadaan alat berat baru tahun ini belum bisa dilakukan karena keterbatasan anggaran. Kami rencanakan pengusulan pengadaan pada tahun 2027,” jelas Luqni.
Saat ini, TPA Darupono hanya ditunjang dua unit alat berat. Satu unit milik pemerintah daerah dan satu unit lainnya merupakan hasil sewa. Kondisi ini dinilai sangat timpang jika dibandingkan dengan volume sampah yang masuk setiap harinya.
Isu Sampah Nasional Butuh Perhatian Serius
Komisi C DPRD Kendal mendorong pemerintah daerah untuk tidak hanya melakukan perbaikan jangka pendek. Revitalisasi sistem pengelolaan sampah di TPA Darupono secara menyeluruh dinilai penting untuk mencegah krisis serupa di masa depan.
Sisca menambahkan, persoalan sampah kini telah menjadi isu nasional yang membutuhkan penanganan serius dan terintegrasi dari hulu ke hilir.