JAWA TENGAH — Kemenkes RI kembali membuka kesempatan bagi tenaga ahli untuk bergabung dalam dua inisiatif strategis penguatan sistem kesehatan. Lowongan ini dikonfirmasi melalui unggahan Instagram resmi @kemenkes_ri dan dikutip oleh Kompas.tv. Dua program yang menjadi fokus rekrutmen adalah Strengthening of Primary Health Care in Indonesia (SOPHI) dan Indonesia Public Laboratory System Strengthening (InPULS).
Program SOPHI, yang bertujuan memperkuat layanan kesehatan primer di Indonesia, membuka dua posisi sekaligus. Keduanya berada di bidang perencanaan dan membutuhkan pengalaman kerja yang relevan.
Kedua program ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk memperkuat fondasi layanan kesehatan di Indonesia. SOPHI fokus pada penguatan fasilitas kesehatan tingkat pertama (puskesmas dan jaringannya), sementara InPULS menyasar sistem laboratorium kesehatan masyarakat. Rekrutmen tenaga perencana yang kompeten menjadi kunci agar intervensi kedua program tepat sasaran dan terukur.
Tanpa perencana yang mumpuni, program sebesar SOPHI dan InPULS berisiko mengalami hambatan koordinasi dan pemborosan anggaran. Oleh karena itu, Kemenkes secara spesifik mencari kandidat yang tidak hanya paham teknis kesehatan, tetapi juga mampu bekerja dalam kerangka proyek berskala nasional.
Berdasarkan informasi yang beredar, pelamar wajib melampirkan sejumlah dokumen standar rekrutmen proyek pemerintah. Meski detail lengkap belum dirilis, calon peserta disarankan menyiapkan:
Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal resmi Kemenkes atau platform rekrutmen yang ditunjuk. Informasi tautan pendaftaran dan jadwal seleksi dapat diakses melalui akun Instagram resmi @kemenkes_ri atau situs web Kementerian Kesehatan. Pelamar diimbau untuk mencermati pengumuman resmi guna menghindari informasi palsu.
Kandidat disarankan mempelajari dokumen Project Implementation Plan (PIP) SOPHI dan InPULS. Pemahaman terhadap kerangka logis program akan menjadi nilai tambah saat proses wawancara. Selain itu, penguasaan bahasa Inggris aktif dan kemampuan analisis data kuantitatif sangat direkomendasikan mengingat posisi ini akan banyak berurusan dengan laporan dan indikator kinerja.
Bagi pencari kerja yang memiliki latar belakang perencanaan pembangunan, ekonomi kesehatan, atau manajemen proyek, lowongan ini menjadi peluang emas untuk berkontribusi langsung dalam reformasi sistem kesehatan Indonesia. Pantau terus pengumuman resmi Kemenkes agar tidak ketinggalan tahapan seleksi.