KLATEN — Potensi ZIS dari ASN di Klaten mencapai Rp 29 miliar hingga Rp 30 miliar per tahun. Namun, angka yang berhasil dikumpulkan baru sekitar Rp 2,6 miliar.
Ketua Baznas Klaten KH Muchlis Hudaf menyebut ketimpangan ini jadi pekerjaan rumah besar. Angka realisasi yang kecil menunjukkan kesadaran membayar zakat lewat lembaga resmi masih rendah.
Menurut Muchlis, banyak ASN yang masih menyalurkan zakat secara langsung ke mustahik atau lembaga lain. Padahal, pembayaran melalui Baznas memungkinkan pendataan dan pendistribusian yang lebih terukur.
"Potensi besar ini harus digarap serius. Kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi ke setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD)," ujar Muchlis.
Baznas Klaten tidak tinggal diam. Beberapa strategi sudah disiapkan untuk menjaring zakat ASN secara lebih optimal.
Jika seluruh potensi ZIS ASN bisa direalisasikan, dampaknya akan signifikan. Dana yang terkumpul bisa dialokasikan untuk program pengentasan kemiskinan, beasiswa pelajar, hingga bantuan modal usaha mikro.
Muchlis menambahkan, Baznas juga tengah mendorong regulasi yang lebih kuat agar pemotongan zakat dari gaji ASN bisa berjalan rutin. "Kami optimistis dengan pendekatan persuasif dan regulasi, capaian tahun depan bisa naik signifikan," pungkasnya.