JAWA TENGAH — PT Pertamina Patra Niaga masih memberlakukan tarif hasil penyesuaian awal Mei 2026 untuk seluruh produk bahan bakar nonsubsidi secara nasional. Hingga Kamis (14/5/2026), pengguna kendaraan yang mengisi Pertamax Turbo, Dexlite, maupun Pertamina Dex akan mendapati harga yang belum mengalami perubahan dibandingkan pekan lalu.
Dalam penyesuaian harga terbaru, Dexlite tercatat sebagai produk dengan lonjakan harga paling signifikan. Di wilayah Jawa dan Bali, harga Dexlite kini dipatok pada angka Rp 26.000 per liter. Nominal ini menjadi acuan dasar bagi pengguna mesin diesel di wilayah tersebut.
Namun, angka berbeda ditemukan di luar Pulau Jawa. Untuk wilayah Riau dan Kalimantan Selatan, harga Dexlite sudah mencapai Rp 27.150 per liter. Sementara itu, produk lain seperti Pertamax Turbo dan Pertamina Dex juga tetap mengikuti skema harga yang ditetapkan pada periode penyesuaian 4 Mei 2026.
Konsumen akan menemukan variasi harga di berbagai provinsi meskipun produk yang dibeli sama. Perbedaan ini disebabkan oleh kebijakan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang besarannya ditentukan oleh masing-masing pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
Faktor pajak tersebut membuat distribusi harga nonsubsidi di SPBU Pertamina tidak seragam. Hal ini menjelaskan mengapa harga BBM di wilayah Sumatera atau Kalimantan bisa lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah lainnya.
Berdasarkan data resmi dari laman PT Pertamina Patra Niaga, berikut adalah rincian harga bahan bakar di berbagai wilayah Indonesia:
Masyarakat dapat memantau perkembangan harga secara berkala melalui saluran resmi perusahaan, mengingat harga bahan bakar nonsubsidi bersifat fluktuatif mengikuti mekanisme pasar dan kebijakan pajak daerah setempat.