KLATEN — Aksi pencurian dengan modus gendam yang dilakukan komplotan mengaku warga negara asing (WNA) kembali terjadi di Klaten. Kejadian terbaru menimpa keluarga pemilik toko di Desa Jambu Kidul, Kecamatan Ceper, pada Kamis (14/5) siang. Kerugian yang dialami korban mencapai Rp 11 juta berupa satu gelang emas.
Berdasarkan rekaman CCTV yang diunggah di akun Facebook info cegatan Klaten, dua orang pelaku datang ke sebuah toko kelontong di tepi jalan. Seorang pria berbaju putih lengan panjang dan celana hitam masuk menemui pemilik toko, sementara seorang wanita berbaju ketat serba hitam menunggu di luar. Keduanya mengenakan masker dan topi.
Pemilik toko, Janah (36), menceritakan bahwa pelaku pria masuk ke rumah dengan alasan ingin menukar uang dengan ibunya. "Saya di belakang dipanggil anak saya nomor satu, katanya ada orang Turki mau tukar uang sama mbah uti (ibunya). Saya lari, ternyata sudah ada yang masuk rumah," ujar Janah kepada detikJateng, Jumat (15/5/2026).
Janah mengaku mulai curiga dengan gerak-gerik pelaku wanita yang menemuinya di kamar tamu. "Dia minta tukar uang sama mbah uti tapi yang diminta ditukar itu sama seperti yang di dompetnya. Dilihatkan dompet, minta ditukar seperti yang di dompet, minta diambilkan yang di sana (dalam rumah)," lanjut Janah.
Saat pelaku mengajak ibunya masuk ke kamar, korban seperti kehilangan kesadaran. Pelaku kemudian mengambil gelang emas milik ibunya. "Setelah saya datang, pelaku langsung pergi, semua cepat dan kita seperti tidak sadar," jelas Janah. Keluarga korban memilih memviralkan kejadian ini agar warga lain lebih waspada.
Kapolsek Ceper, AKP Nahrowi, menyatakan pihaknya telah mengecek lokasi kejadian. Meskipun korban belum membuat laporan resmi karena wajah pelaku tidak jelas tertutup masker dan topi, polisi tetap melakukan penyelidikan. "Kita tetap lakukan penyelidikan karena mirip kejadian sebelumnya di beberapa lokasi," jelas Nahrowi.
Modus serupa ternyata sudah beberapa kali terjadi di Klaten dalam waktu berdekatan. Pada Maret lalu, aksi pencurian dengan cara hipnotis oleh WNA juga terjadi di toko bangunan Jalan Ceper-Besole dengan kerugian Rp 1,6 juta. Pelaku seorang pria dengan logat bahasa Inggris seperti orang India atau Pakistan.
Kejadian lain terjadi di Desa Sribit, Kecamatan Delanggu. Tiga orang berwajah WNA—satu pria dan dua wanita—mencuri uang Rp 4 juta dari pemilik toko. Korban diduga terkena hipnotis sehingga tidak sadar membiarkan pelaku masuk ke kamar.
Polisi mengimbau warga untuk tidak mudah percaya dengan orang asing yang meminta tukar uang secara mendadak. Jika menemukan ciri-ciri pelaku seperti dalam rekaman CCTV, warga diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat.